Mahisa mencoba melangkah tidak memakai kruk, ia tidak merasakan sakit selain rasa kebas dan kaku akibat gips yang masih terikat kuat di sana. Ia memanggil pelayan yang seharusnya menjadi perawat tapi memutuskan bekerja pada keluarga Dewa karena butuh penghasilan lebih besar. Ia meminta perawat tersebut untuk membongkar balutan perban lebar yang membungkus kaki kirinya. Jahitan panjang telah mengering sempurnya menyisakan segaris tipis warna coklat muda. Setelahnya, gips yang terbungkus perbanpun dibuka lalu ia mencoba berdiri dan berjalan tanpa rasa sakit atau nyeri. Hanya merasa kebas saja. Kemudian Mahisa bertanya kepada pelayan itu, "Apakah saya sudah benar-benar sembuh?" "Harus dipastikan melalui rongent, Tuan," jawab sang pelayan. "Bersiaplah, kita akan ke rumah sakit sore ini

