00:00 Sesuai perjanjian. Felia sekarang sedang mengendap-endap keluar dari tenda. Felia berjalan ke tanah lapang yang kemarin jadi saksi ikatan nya sekarang. Wajah Felia mendadak terasa panas jika mengingat nya. Felia duduk di rerumputan. "Ternyata lo datang." "Hm." Felia bergumam. Farell duduk di samping Felia. "Kenapa lo bilang kemarin lo benci gue, dan lo panggil gue 'kakak'?" "Karena lo memang kakak gue." Felia langsung menatap Farell. "Maksud lo?" "Lo memang kakak gue, kita beda ibu tapi satu ayah. Ayah yang nggak pernah anggap gue ada, karena elo." Farell membalas tatapan Felia, ada sorot terluka di mata nya. "Beda ibu?" "Sebenarnya gue dari awal udah benci sama elo, dari awal," Farell menghembuskan nafasnya. "Karena elo bunda gue meninggal, karena elo dia pergi dan gue s

