19. Kebenaran

1706 Words

"Akhirnya aku menemukan fakta-fakta yang kutunggu." Klaus tersenyum lebar menatap Benjamin yang balas menatapnya bingung. Klaus memberikan kode pada Benjamin untuk mendekat, lalu memberikan lembaran kertas. Benjamin membacanya dengan seksama, hingga tanpa terasa genggamannya pada kertas yang dipegangnya mengerat. "Wanita itu ....." Suara Benjamin terdengar dalam, tatapan matanya menajam berkilat marah. "Yang perlu kita rencanakan, bagaimana cara untuk membebaskan Cala dari rumah psikopat itu," ujar Klaus membuat Benjamin menatapnya, mengangguk. "Aku akan membawa putriku pergi sekarang juga.” Benjamin hendak berdiri tapi Klaus menghentikannya. "Ingat, jangan tergesa.'' Klaus memperingatkan. Benjamin menghembuskan napasnya gusar. "Semua akan selesai dengan cepat. Karena aku tau, Abrah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD