PEKERJAAN BARU

1105 Words
aku mememui bu lana di ruangannya dan sepertinya beliau memang sudah menungguku, bu lana memintaku duduk di sofa tamu "pertama tama, saya ucapkan selamat, kamu di terima bekerja di HOTEL UTAMA, seperti yang kamu tahu, satu bulan pertama uji coba lapangan kalau hasilnya bagus kamu akan langsung tanda tangan kontrak, kontrak pertama berlaku dua tahun jika selama kontrak berlangsung kinerja kamu di bagus maka kami akan memperpanjang kontrak selama dua tahun lagi, di tahun ke empat dan bila mana hasilnya memuaskan, kamu akan di angkat sebagai pegawai tetap dengan banyak fasilitas yang kami berikan sebagai apresiasi, jadi saya menunggu kinerja kamu di hotel ini" sangat panjang, padat dan mudah di mengerti, itu menurutku "terima kasih bu lana atas kesempatan yang di berikan, saya akan bekerja sungguh sungguh agar anda tidak kecewa sudah menerima saya" beliau tersenyum, sebenarnya aku agak bingung dengan kejadian kemarin untunglah, semua berjalan dengan baik, aku pikir sudah gagal sebelum mencoba "sama sama, saya senang kamu kembali ke hotel ini lagi dina, saya pikir kamu tidak mau menerima tawaran saya" astaga!!!! "bu lana ingat saya???" aku pikir beliau lupa, siapa sangka begini jadinya "saya ingat, kamu anak magang paling rajin dan selalu tepat waktu, sampai sampai kita selalu papasan waktu jam masuk" tentu saja aku senang, diriku yang hanya secuil ini di ingat dengan kenangan baik "terima kasih bu lana sudah menawari saya pekerjaan dan untuk kesempatan yang di berikan" ungkapku penuh syukur "kamu di terima karena kemampuanmu dan juga nilai nilaimu sangat bagus, sebenarnya saya baru ingat waktu memeriksa resummu, waktu wawancara saya tidak ingat kalau kamu dina yang magang dua tahun lalu" percakapan kami berjalan dengan lancar, bu lana menjelaskan semua yang perlu aku ketahui untuk berkerja di hotel beserta gajinya "dina, saya juga ingin menyampaikan sesuatu, tentu saja semua keputusan ada di tanganmu jadi kamu boleh memilih setelah saya memberikan penjelasan" kami berbicara cukup lama, rumus panjang kali lebar kali tinggi benar benar di pakai dalam percakapan ini sepertinya aku tidak mengerti meskipun aku yakin bu lana sudah menggunakan kalimat yang paling mudah agar aku paham setiap detail ucapannya "ini memang bukan perkara mudah, saya juga baru kali ini menerima permintaan dari beliau secara pribadi, meski agak mendesak tolong kamu putuskan hari ini juga, beliau menunggu jawabanmu" HAH!!! tentu saja ini bukan perkara mudah, jelas jelas ini kondisi paling aneh yang pernah aku alami, mau di pikirkan bagaimana pun kayaknya pendapatku tidak penting, ini lebih seperti perintah bu lana mentapku dengan wajah bersalah, tapi aku mengerti, beliau hanya melakukan pekerjaannya "baik saya mengerti bu, saya akan mengambil pekerjaan itu, seperti yang bu lana sampaikan, saya hanya akan bekerja sebagai pengasuh sampai beliau dapat pengasuh profesional bukan?" "iya.. seperti itu, nanti pak zein sendiri yang akan menjelaskan masalahnya ke kamu, saya minta maaf ya, gara gara saya bawa kamu ke rumah sakit kemarin masalahnya malah jadi begini" "tidak apa apa bu, sebenarnya saya senang bisa membantu, hanya saja, saya bingung mau ngomong apa ke kakak saya dan lagi saya tidak memiliki pengalaman menjaga bayi" "oh iya, kamu kos ya, kalau jadi baby sitter kamu bakal tinggal di rumah pak zein kan... em, nanti saya bantu bicara sama kakakmu biar dia tidak khawatir" "serius bu, makasih banyak" "nggak masalah, ini juga sebagian besar salah saya kok, alasan beliau meminta bantuan kamu karena seperti yang terjadi kemarin, bayi mungil itu bisa tenang setelah kamu menimangnya" pada akhirnya aku tidak jadi kerja di hotel, atau mungkin hanya tertunda, entahlah jalani aja dulu, semoga kakak dan keluargaku mengerti karena nggak tau mau ngomong apa akhirnya aku nggak ketemu pak toro dan pulang lebih awal, besok pagi bu lana mengantar ku ke rumah pak zein jadi aku harus segera berkemas ku urungkan niatku berkemas saat mendengar suara bu retno di luar sedang berbicara dengan kak seli "halo bu retno" sapaku "lho dina, kamu libur kerjanya?" "nggak bu saya pulang lebih awal hari ini, maaf apa ibu ada waktu saya mau bicara sebentar" "boleh boleh, duduk dulu" kak seli masuk ke kamarnya setelah pembicaraannya dengan bu retno selesai, peka banget sih kak, batinku senang "ada apa din? santai saja bicaranya" "begini bu, sepertinya untuk sementara saya akan tinggal di rumah menager saya, beliau baru melahirkan dan butuh pengasuh, setidaknya sekitar satu bulan, nanti kalau sudah dapat pengasuh beneran saya akan bekerja di hotel lagi" "oh.. gitu, memangnya kamu bisa ngasuh anak kecil?" "bisa bu, meski nggak handal, saya punya adik kecil dan biasanya saya yang ngurusin adik kalau ibu lagi repot" "ya sudah kalau memang begitu ke adaannya, ngasuh anak memang nggak mudah din, apa lagi baru lahir" "iya bu, terus soal kakak saya, tadi saya telfon mau jelasin tapi kayaknya lagi sibuk kerjaannya, saya jadi nggak mau nambah pikiran kakak, baiknya bagaimana ya bu?" "kira kira satu bulankan kamu bantu manager kamu?" "iya bu" "apa kakakmu bilang mau kesini dalam waktu dekat?" "tadi bilangnya karena lagi banyak kerjaan kayaknya nggak bisa nengok kesini untuk sementara bu" "ya sudah kasih tahu kakakmu nanti saja, biar ibu bantu jelasin" "makasih ya bu, maaf ngerepotin" "iya nggak papa, kamu mulai kapan kerjanya?" "katanya besok bu" baru aja di omongin bu lana udah nelfon, "maaf bu saya terima telfon dulu, dari manager saya" pagi harinya bu lana sudah di depan kos, bicara sama bu retno sementara aku siap siap seperlunya selesai pamitan aku meninggalkan kos menuju rumah pak zein, 1 jam kemudian kami sampai di rumah yang sangat besar dan luas, seorang satpan membukakan pintu gerbang dan mobil bu lana melaju ke parkiran kami berjalan masuk menuju ruang utama, dari pintu masuk yang di sambut asisten rumah tangga aku mendengar suara tangis bayi, nyaring sekali "kalian sudah datang" suara khawatir itu datang dari pak zein yang sedang menggendong anaknya seketika aku menawarkan untuk membantu, cukup lama tapi akhirnya tangisnya berhenti dan ia pun tertidur semua orang berkumpul di ruang tamu, wanita paruh baya yang dulu di rumah sakit juga hadir "dina, tante minta tolong ya sayang, bantu jagain kevin sampai kami dapat baby sitter, soal kerjaan di hotel kamu nggak usah khawatir, kapanpun kamu bisa bekerja disana" ucapan itu bagai angin segar untukku "baik bu saya akan bantu semampu saya" "panggilnya tante aja, biar akrab" helaan nafas lega terasa dari semua orang yang ada di ruangan itu, bu lana pulang setelah berpamitan begitu pula kedua orang tua pak zein "kami pulang dulu, besok kami kesini lagi, kalau ada apa apa langsung bilang ke zein ya, jangan sungkan" bukan sungkan, aku bingung harus melakukan apa, aku hanya lulusan SMK, belum punya pengalaman kerja dan tidak pernah menginap di rumah orang asing, tentunya ini berbeda dengan kos atau rumah saudara. ya sudahlah, yang terjadi terjadilah, aku hanya harus melakukan yang terbaik
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD