pukul 10.20 wib, kevin tengah tertidur lelap setelah menghabiskan satu botol s**u, sambil rebahan aku memeriksa ponselku
pesan bayu selalu muncul paling atas dan yang paling banyak, sebagian besar adalah foto aktifitas di kampus dan selalu ada caption, #rindukamu
itu berhasil membuatku tertawa, sekarang pun aku selalu membayangkan wajah bayu meskipun yang sering ku lihat wajah pak zein
TOK TOK...
"neng.. baby sitternya udah datang" suara bi lastri dari balik pintu
"iya bi" jawabku pelan
W.O.W.. satu kata untuk menggambarkan rupa ayu baby sitter yang baru datang
kulit putih bersih muluzzz, tubuh ramping langsing, rambut hitam lurus, dan... lesung pipi yang muncul saat seutas senyum tersungging dari bibir tipisnya
"mbak cantik bangeeett" ucapku tak bisa di bendung lagi
"makasih.."
astaga, kalau ini sih cocoknya jadi mama baru dong, masa baby sitter
"saya nunggu disini saja?"
deg.. deg.. aduh jantung.. suaranya merdu syekaleee...
"neng.. udah atu kagumnya, dilanjut di dalam aja" ucapan bi lastri membuyarkan imajinasiku
"oh.. iya.. ayo masuk masuk...silahkan masuk"
aku masih terpana dengan kecantikan bidadari yang tengah duduk di seberangku
"neng ini siapa namanya? umur berapa?" tanya bi lastri
"nama saya rena renita bu.. umur saya 25 tahun, sudah tiga tahun ini bekerja sebagai baby sitter" kenapa nggak jadi artis atau penyanyi aja si mbak.. cocok tau, batinku
"begitu, neng dina.. sok atu di jelaskan apa pekerjaan neng rena?"
"oh.. iya.. jadi.. nama babynya kevin umurnya sekarang sekitar tiga bulan jalan empat bulan sih lebih tepatnya, anaknya nggak begitu rewel kok mbak, cuma kalau sama orang asing memang agak susah di dekati, tapi kalau mbak rena usaha terus saya yakin kevin akan luluh kok, yang penting usahanya aja"
kakak ini 7 tahun lebih tua dariku dan benar benar cantik
"oh ya.. mbak rena single atau doble?" what?
"hahaha... kamu ini ada ada aja, saya masih single belum merrid, masih mau kerja dulu cari uang yang banyak"
"iya sih... mbak cantik gini pasti banyak yang mau ya" ucapku sungguh sungguh
"makasih pujiannya, tapi aku sering patah hati kok, tapi dina umur berapa kamu?"
"saya 18 tahun mbak, baru lulus SMK"
"oh.. lulus langsung kerja ya, aku juga dulu gitu din, pingin kuliah, tapi nggak ada dananya"
iya.. dananya memang tidak ada, tapi aku juga tidak ingin kuliah sih, capek mikir (0_0)
"oh ya.. aku antar ke kamar, nanti setiap harinya mbak rena bobo bareng kevin, kamar saya di atas, kalau bibi di belakang, kamar bapak di lantai bawah sebelahan sama kamar kevin"
"berarti kamu udah tiga bulan kerja disini? bu jina udah jelasin sebagian sih, baby sitter yang sebelumnya juga dari kantor bu jina"
"iya dari kevin baru lahir mbak"
rena coba mencari informasi yang berhubungan dengan rumah tangga pak zein, tentu saja aku tidak menjawab, aku hanya menjelaskan seputar keperluan kevin saja, pasalnya aku sendiri juga tidak tau (hahaha)
"maaf ya mbak, saya cuma nggak mau terlibat sama masalah orang lain, tapi kalau mbak penasaran bisa tanya pak zein langsung"
dalam hati aku sangat kagum dengan paras nan rupawan itu, tapi sepertinya sifatnya tak seindah parasnya, sejak awal dia selalu mengulik kehidupan pribadi pak zein yang aku sendiri tidak pernah mempertanyakannya
setelah kevin bangun tidur rena berinisiatif mendekat, dan sepertinya kevin cukup nyaman, sebelumnya di pegang saja sudah nangis histeris, firasatku rena adalah pelabuhan yang tepat untuk baby kevin
beberapa hari kemudian meski belum semua, sebagian besar pekerjaanku sudah di ambil alih rena, aku masih di butuhkan untuk menidurkan kevin tapi yang lain sudah sepenuhnya di kuasai rena dan kelihatanya mbak cantik ini juga betah kerja disini
kabar gembira ini sepertinya tidak begitu berlaku untuk pak zein, sarapan pagi kini berganti menjadi bekal pagi dan bekal siang
semua bermula pada hari pertama, kami makan bersama seperti biasa tapi kali ini rena ikut duduk di meja makan dan saat itu suasananya seperti gunung es yang mencair, tenggelam dan dingin, aku sampai kesulitan menelan makanan pada akhirnya hanya air mineral yang masuk ke tenggorokanku
sudah ku duga, sulit menjelaskan kenapa aku bisa duduk di meja makan dan orang lain tidak padahal kami sama sama karyawan??
"susah ya neng? yang sabar ya"
kalau sabar terus bisa bisa pantantku yang lebar karena kursi meja makan mirip tungku api yang bisa melelehkan apapun yang ada di atasnya, disaat kevin bisa beradaptasi dengan orang baru kenapa bapaknya malah kayak gini coba, haduh
"udah nggak usah di pikirin, sana siap siap antar makan siang tuan"
"din.. mau anter makan siang pak zein??" haduh apa lagi ini
"iya mbak.. kevin belum bangun?"
"belum.. mau mbak aja yang anter? nanti kalau kamu udah nggak kerja disini, itu jadi tugas aku jugakan?"
mau nolak takut salah tapi kalau nggak di tolak makin salah
"neng rena.. den kevin bangun itu, neng dina buruan.. nanti keburu siang, jalanan macet"
tau ah.. malas mikir
"iya bi.. ya udah saya jalan dulu mbak"
rencananya minggu ini aku mau pulang kerumah, awal bulan depan aku sudah kerja di hotel sesuai kesepakatan, bu lana juga sudah memberiku jadwal, tapi apa semuanya bisa berjalan sesuai rencana
entahlah (°~°)