seperti biasa aku mengawali hari dengan tangisan kevin
"selamat pagi jagoan, di luar masih gelap lho, pipisnya udah penuh ya?"
kicauan burung tidak terdengar, bahkan matahari masih belum menampakkan sinarnya
tak terasa tiga bulan berlalu dengan cepat, kevin bahkan sudah bisa tengkurap dan mengangkat kepalanya, melihat perkembangannya setiap hari bagi remaja sepertiku benar benar suatu ke ajaiban
aku jadi membayangkan kalau dulu aku juga harus melewati semua proses itu hingga menjadi sebesar sekarang
"terima kasih ibu, untuk semua jasa dan kasih sayangmu" aku merasa sangat bersyukur bisa tumbuh dengan baik seperti sekarang, memiliki orang tua lengkap dan perhatian
tentu saja tidak mudah membesarkan seorang anak, jadwal kerjanya tidak teratur dan waktu istirahatnya tidak menentu
kadang semalaman harus terjaga karena anaknya tidak mau tidur, untung untung kalau tidak rewel, sekali waktu kevin menangis dan sulit di tenangkan, saat hal itu terjadi seluruh kesadaranku seperti di aduk aduk
terlebih saat bayi mungil itu terserang flu dan demam, ingin sekali aku menggantikan sakitnya kalau bisa, selain rewel dia juga lemah tak berdaya
saat saat sulit seperti itu, aku mendapat saran dan semangat dari ibuku, bantuan beliau sangalah berarti
karena kevin masih kecil dia mungkin tidak tau situasi yang sedang di alaminya, tanpa ibu yang menyayangi dan memeluknya setiap hari, namun aku dan pak zein berusaha sekuat tenaga mengisi kekosongan itu
"mari sambut hari ini dengan hati gembira jagoan"
ucapku lirih sambil memakaikan kevin baju setelah mandi
"duuhh... ganteng banget sih jagoan pak zein ini" pujiku sambil menepuk pahanya yang gimbul
"siapa dulu dong papanya"
ASTAGAH!!!
bisa nggak sih kalau muncul biasa aja, meski sudah lama tinggal bersama tapi jantungku masih belum terbiasa
"pak.. kalau masuk ketuk dulu salam juga boleh, jantung saya cuma satu lho" sindirku
"oh.. sorry sorry"
dasar kampret, mentang mentang ganteng terus bisa seenaknya gitu ya, sabar sabar... orang sabar rejekinya lancar
"oh ya.. nanti siang ada baby sitter baru, tolong kamu bantu ya"
"baik pak"
sesuai janji, zein mulai mencari baby sitter sejak dua bulan lalu
ini ke empat kalinya ada baby sitter baru, tiga orang sebelumnya sudah berhenti bahkan belum sampai satu minggu, mungkin kevin terbiasa dengan asuhanku, saat orang asing coba menyentuhnya dia jadi rewel
masih bayi gitu udah hafal orang ya?
padahal aku sudah berusaha membuat suasana senyaman mungkin tapi masih belum berhasil
selain kevin sulit di dekati, aku juga tidak tega kalau melihat dia menangis histeris, mereka bilang aku harus berani tapi sepertinya aku tidak cukup kuat untuk mendengar suara tangis tanpa berbuat apa apa
hal lain yang tidak nyaman di lakukan saat ada pengasuh baru adalah mengawali pagi dengan sarapan bersama, pasalnya aktifitas itu wajib untuk dilakukan setidaknya sejak aku bekerja disini, bi lastri yang sudah puluhan tahun bekerja disini saja tidak sekalipun satu meja makan dengan bosnya
bibi memang sudah menjelaskan tentang peranku tapi tetap saja, aku sama seperti beliau hanya karyawan biasa, aku tidak ingin orang lain salah paham dan befikir negatif
bagaimanapun pak zein adalah orang yang baik dan ramah (kalau udah akrab), aku berharap siapapun yang nanti akan menjadi pengasuh kevin bisa menjalin hubungan baik dengan semua anggota keluarga disini