Tapi untuk cinta, itu lah yang akan benar – benar terkendala di antara mereka. Tapi memang, pilihan untuk mengutamakan pendidikan yang akan menjajikan karir memang sudah benar. “ Kamu bicara apa sih, Rene? Kamu takut aku selingkuh di Amerika?” tanya Dean dibalas gelengan oleh Irene. “ Bukan gitu! Kita harus sama – sama mempersiapkan diri saja menuju pribadi yang lebih matang. Dan asal kamu tahu, Dean Alvaro Wijaya adalah sosok yang paling berharga dalam hidupku juga,” jelas Irene tanpa sadar meneteskan air matanya. Dean yang melihat itu langsung mengusap sudut mata Irene dengan jempolnya. “ Ya! Aku harap, saat dewasa nanti, kita bisa bertemu dan menjadi pasangan kekasih satu sama lain saat dewasa nanti. Kalau pun tidak, kita akan menjadi sahabat baik ya!” harap Dean lalu memeluk Irene s

