Setelah makan siang, Dean kini mengantarkan Irene untuk pulang. Hari ini, bisa dibilang cukup panjang untuk keduanya. Mereka sudah seperti kencan, dari mulai ke taman sampai makan siang di café. Bagi keduanya, ini adalah momen yang sangat berharga. Saat berheti di lampu merah, ada pasangan lain di sebelah mereka yang juga boncengan dan berseragam sekolah, meski bukan seragam sekolah mereka pelukan dengan mesranya. Dean dan Irene saling menatap satu sama lain karena melihat pasangan yang sedemikian lengket itu kayak amplop dan perangko. “Mereka bisa begitu ya? Kita kapan?” ujar Dean sambil menjalankan motornya pelan. Gimana pun, dia juga cowok yang pengen agak lebih dekat gitu secara fisik dengan perempuan yang dia cintai. “Bahaya kalau sampai sedekat itu!” balas Irene dari be

