Hari ini sangat melelahkan dan menjengkelkan bagi Dean. Anak remaja itu saat ini sedang duduk di ranjangnya sambil melamunkan semua kejadian hari ini. Dia tidak privat dan sudah mengabari gurunya. Dia sedang tidak memiliki mood yang baik untuk belajar. Apa masalahnya? Jelas saja, karena Irene marah dan pergi begitu saja tanpa mau mendengarkan penjelasannya. “Aku gak bisa menyalahkan Nathania saja. Akunya juga salah sih,” gumam Dean mengakui kesalahannya. Bagaimanapun, dia adalah cowok yang akan terpesona dan senang kalau mendapat perhatian dari gadis cantik mana pun. Tapi, dia tak mengharapkan itu! Dia hanya memikirkan Irene seorang. Dia bukannya cari kesempatan sama Nathania. Dia hanya mendapat kesempatan saja. “Dasar b**o! Kalau begini, Irene akan semakin membenci dan men

