Only You

1080 Words

Seorang wanita memasuki ruang sidang dengan kepala tertunduk, menatap kedua tangannya yang terpasang borgol. Ia diminta duduk di hadapan tiga orang hakim. Seorang pria yang duduk di tengah bertindak sebagai hakim ketua membuka lembaran putusan pengadilan atas kasus pembunuhan yang telah dilakukan oleh Alena. Setelah hakim ketua membaca putusan, ketuk palu terdengar tiga kali pertanda sidang telah berakhir. Alena menghela napas panjang. Mendengar vonis hukuman mati membuatnya bergidik ketakutan. Ia memperhatikan kedua tangannya yang sudah ia gunakan untuk membunuh banyak orang. Sifat serakah sudah melekat begitu kuat dalam dirinya, membuatnya gelap mata hingga melakukan apa saja asal tujuannya tercapai. Kini, tinggallah rasa sesal yang harus ia terima hingga hukuman mati dilaksanakan. Sat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD