Rafa memijat pelipisnya yang terasa sakit. Selama seminggu terakhir, ia sulit berkonsentrasi dalam bekerja. Ia tak terlihat rapi seperti biasanya. Rambut halus di rahang tegasnya mulai tumbuh karena tak dicukur. Beberapa kali ia beristigfar disertai helaan napas lelah. Matanya tertuju pada pigura foto di atas meja kerjanya. Mata teduh wanita yang sangat ia sayangi setelah sang ibu begitu ia rindukan. "Kak," gumamnya. Suara ketukan pintu terdengar nyaring. Ia segera mengambil tisu untuk mengusap matanya perlahan. "Masuk!" Seorang pria paruh baya masuk ke dalam ruangannya dan langsung duduk di hadapannya. "Sebaiknya kamu pulang!" "Lho, ini bahkan belum jam istirahat, Pa!" "Cara kerjamu terus turun selama seminggu terakhir. Mau bikin perusahaan kakekmu bangkrut? Jangan bikin kakekmu y

