Tiga hari sudah Nayyara tidur terpisah dari suaminya. Ia tak bisa pungkiri bahwa ia begitu merindukan suaminya. Hazig pun demikian. Namun, ia masih belum bisa memulai berkomunikasi mengingat kesibukannya di kantor yang begitu menyita waktunya. Tanpa sang istri ketahui, Hazig sering masuk ke kamar tamu untuk melihat wajah istrinya yang tertidur pulas bersama bayi biologisnya yang ikut tertidur di samping bundanya. Ya, Nayyara menyebut dirinya "Bunda" untuk bayi itu. Akhir-akhir ini Hazig sering menangis di keheningan malam. Tangis kerinduan sekaligus penyesalan terdalam atas kesalahan besar yang pernah ia lakukan. Ia pun merasa bersalah karena membiarkan Pricilla melewati masa kehamilannya sendirian hingga ajal menjemputnya setelah melahirkan bayi laki-laki untuknya. Hazig juga telah mel

