Setelah menempuh perjalanan hampir 18 jam, Hazig dan Nayyara sudah tiba di Jakarta. Gurat kelelahan tampak jelas di wajah mereka. Hazig memutuskan untuk memesan taksi online yang disetujui oleh istrinya. "Capek, ya?" Hazig mengelus puncak kepala Nayyara yang tertutup jilbab hitam. Nayyara mengangguk lalu memeluk erat lengan kekar suaminya. "Kita pulang ke mana, By?" tanyanya, lirih. "Kita ke rumah Baba, ya. Keyra bilang mereka mau bicara serius sama kita," jawab Hazig. Sepuluh menit kemudian, taksi online pesanan mereka tiba di bagian kedatangan bandara. Sang sopir turun untuk membantu menyimpan koper penumpangnya di bagasi mobil. Hazig menggamit lengan Nayyara dan mengajaknya masuk ke dalam mobil. "Kalau kamu masih mau tidur, tidur aja! Nanti kalau udah sampai, baru aku bangunin." Ha

