Di taman dekat perpustakaan, Nayyara duduk sambil memainkan ponselnya. Ia menunggu Hazig yang sedang menunaikan kewajibannya di masjid yang tidak jauh dari taman. Karena wanita itu sedang berhalangan, ia memilih menunggu. Seorang pria berjalan mendekatinya. Nayyara yang mendengar suara langkah kaki seketika berbalik. "Kamu sudah selesai, Zi ...." Ia terkejut begitu tahu bahwa bukan Hazig yang mendekat padanya. Pria itu tersenyum tipis. "Kamu gak salat?" Nayyara menggeleng. Ia pun paham. "Terus kamu ngapain?" tanya Fahri. "Dia menungguku," sahut Hazig tiba-tiba disertai tatapan tajamnya. Pria itu langsung melirik Nayyara dengan sorot mata yang lembut. "Lama, ya?" "Gak, kok," jawab Nayyara seraya membalas senyuman Hazig. Sungguh pemandangan yang menyakitkan bagi Fahri. "Sudahi saja,

