Sepulang dari pemakaman, Nayyara mengganti pakaiannya dan berniat untuk ke kampus setelah Zuhur nanti. Ia ingin menghadiri sidang promosi doktor Fahri sesuai janjinya pada temannya itu. Kini ia sedang merapikan dirinya di depan cermin. Gamis polos berwarna merah marun dipadu dengan jilbab segiempat berwarna pink pastel menjadi pemanis penampilannya hari ini. Setelah selesai, ia mengambil kunci mobil dan tas kecil yang hanya muat dompet dan ponselnya. Ia duduk di sofa kamarnya lalu mengambil sepatu flat berwarna putih di rak sepatu yang dekat dari sofa. Ia memakai kaus kaki dan sepatunya. Kemudian, ia beranjak untuk membuka pintu. Namun, ia tersentak kaget karena pria menyebalkan itu tiba-tiba sudah berdiri di depan kamarnya. Tunggu, bukankah ia tak memiliki janji hari ini dengan pria itu

