Nayyara sedang menghapus coretan lipstik di wajah Rafa dengan cleansing oil. Pembersih wajah dengan bahan dasar minyak itu ia tuang ke telapak tangan lalu mengusapkannya ke wajah sang adik disertai pijatan ringan. Meskipun demikian, ia melakukannya sambil menahan tawanya. "Ketawa aja, Kak!" dengus Rafa. Tentu saja tawa Nayyara lepas begitu saja. "Duh, adik tampanku ngambek. Bisa-bisanya kamu kalah sama Kakek!" ejeknya. "Aku juga heran, Kak. Kakek udah tua, tapi masih gak bisa ditaklukin juga di meja catur. Gimana dengan hal lain?" "Belajar aja sama Kakek! Kali aja Beliau berkenan berbagi tipsnya sama kamu." "No, thanks! Paling Kakek minta yang aneh-aneh sama aku!" gerutu Rafa. "Memangnya kapan Kakek minta aneh-aneh?" "Dulu, waktu aku masih kecil, aku kan minta uang jajan sama Kakek.

