bc

Inilah kisahku

book_age4+
0
FOLLOW
1K
READ
pregnant
powerful
drama
no-couple
highschool
victim
like
intro-logo
Blurb

Seorang gadis remaja

Dari kalangan keluarga kurang mampu.

Dan dijodohkan dengan pria lebih tua darinya.

Berharap nasib baik akan menghampiri.

Tetapi kenyataan yang terjadi lebih tragis.

Ia ditinggal pergi suaminya disaat sedang hamil.

Dan harus berjuang keras demi sang buah hati.

chap-preview
Free preview
Inilah kisahku
Hai.. Namaku Asyela Khoirunisa , kerap dipanggil Syela. Usiaku 20 tahun. Aku berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu kakak sepupuku menjodohkan aku dengan teman kantornya. Pria itu bernama Ardy Hartanto, kerap dipanggil Ardy. Ardy berusia 34 tahun dan sudah mapan dalam hal keuangan. Ya , usia kami selisih 14 tahun. Berharap akan memperbaiki nasibku. Tetapi kenyataan yang ku dapat lebih tragis. Malam ini adalah pertemuan pertama kami. Drrrt... drrrtt.... Dering ponsel Syela berbunyi. " Aku sudah mau sampai rumah kamu " tulis pesan tersebut. " Iya , sudah ditungguin sama abah umi ini mas " balasku. Tak lama kemudian terdengar suara motor. Sepertinya itu mas Ardy. Jantungku berdegup sangat kencang. Bagaimana tidak. Ini pertama kalinya aku berhubungan dengan pria. " Assalamualaikum " ucapnya sambil mencium tangan abah. " Waalaikumsalam nak, mari masuk dulu " kata abah " Sye tolong buatin minum dulu, sama makanannya taruh depan juga ya " ucap umi. Aku yang dari tadi diam saja. Hanya menganggukan kepala. Tak berani ku tatap wajah pria itu. Ya , karena aku sangat menjaga pandanganku. Setelah selesai membuat suguhan. Aku dipersilahkan duduk bersama Abah,Umi juga mas Ardy. " Bismillahirrahmanirrahim , maksud kedatangan saya kemari adalah untuk meminta restu kepada Abah Umi, saya ingin menyempurnakan setengah dari agama saya dengan menikahi dek Syela . " ucap mas Ardy dengan tegasnya. " Kalo Abah tergantung kepada Syela nya , kalau Syela setuju. Abah pasti restuin " kata Abah. " Kalau menurut kamu bagaimana nak? " tanya Umi. " Insyaallah Syela bersedia Abah Umi " ucapku . Meskipun aku merasa takut untuk memulai awal yang baru tersebut. Tapi, tentunya aku juga tidak ingin mengecewakan Abah dan Umi. " Saya ingin bulan depan kami menikah " ucap mas Ardy lantang. " Tapi nak. kami tidak mempunyai persiapan apapun , bahkan untuk sekedar menabung saja tidak sanggup " ucap Abah. " Semua urusan biar saya yang tanggung, Abah Umi tenang saja, besok saya langsung urus surat yang dibutuhkan & kami akan cari wedding organizer" jawab mas Ardy sambil menyeruput secangkir kopi. " Kalau begitu saya pamit pulang , karena sudah hampir malam, takut ibu khawatir" sambungnya. " Assalamualaikum " sambil mencium tangan abah. " Waalaikumsalam " jawab kami serentak. *** Keesokan harinya.. Kriiiiingg... Kriiiiiiingg.... Kriiiiiiingg.. Jam menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Alarm terus berbunyi. Tetapi Syela masih lelap dalam tidurnya. " Sye , bangun nak. bukankah kamu ada janji dengan Ardy untuk nyobain baju pengantin? ini sudah jam loh nak " ucap Umi sambil menepuk pundak Syela. " Masyaallah , Syela hampir lupa Umi " ucapku sambil menerjapkan mata. Langsung ku bergegas menuju kamar mandi. Dan segera bersiap-siap , karena sebentar lagi pasti mas Ardy datang menjemputku. Drrrtt.. drrrtt... drrrtt... Suara dering ponsel terus berbunyi... " Assalamualaikum " . " Dek nanti jadi kan? mas sudah janji kita akan bertemu dengan Wedding organizer nya jam 9 soalnya " . " Sebentar lagi mas jemput kamu ya, takut nanti bakal kena macet di jalan " . " Ini mas sudah dijalan dek, kamu sudah siap kan? " tulisnya. " Masyaallah , banyak banget isi pesan dari mas Ardy " ucapku sambil memakan nasi goreng spesial buatan Umi. Tokk.. tokk... tokk... " Assalamualaikum " . sapa orang di balik pintu itu. " Waalaikumsalam , mari masuk dulu nak" . ucap Umi. " Sye Ardy sudah datang tuh, kamu sudah siap apa belum? " tanya Umi lagi. Uhukk.. uhukk... Baru juga dipikirin eh dateng juga orangnya. pucuk dicinta ulam pun tiba kalau kata orang mah. " Kalau makan pelan-pelan nak , makan kok sampai keselek gitu " ucap Abi. Aku hanya tersenyum saja menanggapi ucapan Abi. Segera ku beranjak dari tempat dudukku. Dan mencuci piring bekas makan kami. Setelah selesai semua pekerjaan itu. Aku pun bergegas menemui mas Ardy yang telah menunggu di depan sejak tadi. " Sudah siap dek? kita berangkat sekarang aja, sekalian surat-surat yang dibutuhkan juga dibawa untuk diserahkan ke KUA " kata mas Ardy. Aku pun hanya mengangguk saja tanda setuju. Dan kami langsung berpamitan kepada Abah Umi. Kami bergegas menuju motor mas Ardy. Tujuan pertama kami adalah ke kantor urusan agama. Menyerahkan surat-surat yang dibutuhkan untuk akad nikah bulan depan. Mengingat waktu pernikahan sangat singkat dan juga jadwal kantor urusan agama itu pasti sangat padat , jadi kami memutuskan untuk mengurus secepatnya. Setelah urusan dengan Kantor Urusan Agama selesai. Kami langsung lanjut menuju ke tempat wedding organizer tersebut. Dan sesampainya disana. Kami sudah disambut baik oleh rekan-rekan WO nya. " Nanti tema nya mau yang seperti apa? " tanya salah seorang team mereka. Sebut saja Melly. " Yang model terbaru kayak gimana ya? coba lihat contohnya dan juga price list nya juga " tanya mas Ardy. " Ini mas , paket premium cuman dua puluh lima juta rupiah saja . sudah dapet paket lengkap banget " . kata mbak Melly sambil menyodorkan sebuah album pada kami. " Okay saya ambil yang itu saja untuk tanggal 12 bulan 12 ya , dan ini saya bayar penuh sekarang. jika perihal bajunya biar dia saja yang pilih " kata mas Ardy sambil menoleh kepadaku. " Baiklah mas . ayo ikut saya mbak , koleksi bajunya ada di sebelah sana " ajak mbak Melly sambil menunjuk ke arah ruangan paling ujung. Aku pun mengiyakan ajakannya. Berjalan pelan dibelakangnya. " Gaun warna merah ini koleksi lama , kalau yang di samping nya baru jahit warnanya juga cantik banget . kalau mau biar saya cobakan satu persatu sama mbaknya " kata mbak Melly sambil menjelaskan beberapa gaun yang ada. Setelah mencoba beberapa gaun. Aku terpikat dengan kebaya modern di ujung ruangan ini. Ia sangat simpel tapi juga tidak kalah modern dengan yang lain. " Saya mau kebaya yang di ujung itu untuk akad nya mbak , dan untuk resepsi mau yang gaun terbaru yang tadi ya " tunjukku pada mbak Melly. " Okay, untuk tema makeup nya mau yang bagaimana? " tanya nya . " Yang simpel aja mbak , pokoknya saya tidak mau di cukur ya alisnya " ucapku. Mbak Melly pun menganggukan kepala. Setelah itu kami bergegas kembali ke depan. Menemui mas Ardy disana. " Bagaimana dek? Kamu suka koleksi bajunya? " tanya mas Ardy kepadaku. " Sudah semua kok mas " jawabku . " Ya sudah kalau begitu kami pamit dahulu , assalamualaikum " kata mas Ardy pada rekan WO. " Iya mas , waalaikumsalam " jawab salah satu dari mereka.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

The Lone Alpha

read
125.5K
bc

His Unavailable Wife: Sir, You've Lost Me

read
10.4K
bc

Secretly Rejected My Alpha Mate

read
35.7K
bc

Claimed by my Brother’s Best Friends

read
819.2K
bc

The Luna He Rejected (Extended version)

read
612.7K
bc

Bad Boy Biker

read
8.7K
bc

The CEO'S Plaything

read
19.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook