Lagi-Lagi Dia

1731 Words

Dira tampak sudah membuka matanya dengan perlahan. Cahaya matahari sudah masuk ke dalam kamarnya melalui jendela yang tirainya sudah terbuka. Bahkan, udara sejuk juga telah berhasil menerobos masuk melalui jendela dan pintu balkon yang sudah terbuka. Mata perempuan cantik dengan segala kelembutannya itu tampak mengerjap. Setelah itu ia pun meregangkan tubuhnya yang saat ini terasa sedikit layu. Matanya melihat pintu balkonnya sudah sedikit terbuka. Kemudian ia pun mengingat jika semalam Norin menemani dirinya tidur. Setelah bangun dari berbaringnya, Dira melihat ke arah sofanya dan tidak mendapatkan gadis itu lagi di sana. Bukan sekali atau dua kali Norin menemani dirinya tidur di kamarnya, jadi perempuan itu tahu di mana asistennya itu merebahkan dirinya. “Huh … sekarang udah jam be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD