“Setelah ini temani aku jalan-jalan,” pinta Dira pada Norin. Mendengar itu, tentu saja gadis bermanik mata abu-abu itu pun merasa senang. Matanya langsung berbinar menatap ke arah sang majikan. “Tentu, Nona,” jawab Norin dengan disertai senyum cerahnya. Jalanan di London cukup ramai karena bertepatan dengan waktu makan siang. Lalu lintas cukup padat meskipun tidak sampai mengalami kemacetan. Andrew tampak mengemudi dengan tenang menyusuri jalanan yang lumayan ramai. Di samping Andrew, Norin duduk sambil sesekali melihat ke luar jendela yang ada di sebelahnya. Selalu saja ada topik pembicaraan yang bisa diangkat oleh gadis itu. Dira merasa senang karena perjalanannya kali ini tidak terasa membosankan. Wanita itu juga melihat ke luar jendela. Namun, lama kelamaan pikirannya kembali b

