35. kebenaran

2111 Words

Di dalam kamar. Alina tengah gelisah sebab pelayan yang ia suruh untuk menyiapkan bunga tujuh rupa belum juga datang. Sedang dirinya sudah tidak sabar untuk membuka kamar milik adik iparnya itu. "Kemana para pelayan? Kenapa mereka lama sekali membawakan apa yang aku minta. Padahal ini sudah setengah jam yang lalu," Gerutu Alina dengan nada setengah kesal. Alina keluar dari dalam kamarnya sambil melangkah ke arah loteng, bisa Alina lihat jika seorang pelayan tengah menaiki anak tangga. Tentunya tengah membawa bunga tujuh rupa di dalam genggaman si pelayan, bisa Alina perkirakan jika bunga - bunga itu nampak masih sangat segar membuat Alina tidak sabar untuk membuka kamar milik adik iparnya itu. "Sebentar lagi, Mel. Sebentar lagi," Batin Alina dengan senyuman bahagianya. "Nyonya. Maaf jik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD