Spasibo, Viktor

1055 Words
Viktor membelalakkan matanya, begitu juga dengan Xandrova. Ia melihat istrinya menatap Maksim. "Apa maksudnya, Maksim?" Viktor terheran-heran karena Xandrova tidak bersikap seperti biasa. "Ha ha ha! Sejak kapan kau tidak memiliki sopan santun padaku, Nona Zoya?" Maksim dengan lancang menggoda Xandrova. Ia menyentuh dagu lancip Xandrova di depan Viktor. Oh, tentu saja membuat darah Viktor mendidih melihatnya. "Berani-beraninya Anda menggoda Istri orang lain, Tuan Maksim!" Viktor melangkah mendekati Maksim guna menjauhkan Xandrova dari pria tidak tahu malu itu. "Caleb, bawa Nona Zoya pergi dari sini!" Caleb membungkukkan badan. "Baik, Tuan Viktor." Caleb menoleh ke arah Xandrova. "Mari, Nona!" "Taーtapi, Viktor ...." Viktor menatap Xandrova sekejap, lalu mengangguk agar istri kecilnya tersebut mau mengikuti keinginannya. "Pergilah bersama Caleb! Aku akan menyusulmu, Zoya." Xandrova akhirnya pergi bersama Caleb. Waktu seperti ini, tentu saja dipergunakan oleh Viktor dengan sebaik-baiknya. "Dengarkan saya baik-baik, Tuan Maksim!" Viktor meraih kerah jas sang tuan muda keluarga Romanov yang tidak diakui. "Oh, take it easy!" Viktor menatap Maksim tajam. Begitu pun sebaliknya. Maksim sangat jijik saat Viktor menyentuh kerah pakaiannya. Orang-orang yang berada di pihak Maksim datang hendak menolongnya, tetapi pria itu mencegah mereka dengan mengangkat satu tangan ke atas. "Get your hands off from me, Mr Viktor!" Maksim berkata dengan tatapan penuh penghinaan. "Oh, sorry! Anda pasti tidak mengerti ucapan saya! Ha ha ha! Baiklah. Mulai sekarang saya akan berbicara dengan bahasa Rusia saja." Maksim berbicara dengan nada merendahkan. Apakah dia pikir, aku tidak mengerti arti kalimat yang dia ucapkan?! Sombong sekali dia! Ciiihhh! Viktor berkata di dalam hati seraya berdecih. "Justru Anda yang tidak mengerti apa yang saya katakan! Sudah berulang kali saya peringatkan untuk tidak menyentuh Istri orang lain, bukan? Apakah saat sulit?" Semua mata pengunjung yang masih berada di dalam Teater Mariinsky menoleh ke arah mereka. Dan, Viktor menyadari hal itu. Namun, Viktor tidak peduli. Ia hanya peduli dengan pria di depannya yang selalu saja mencoba mendekati Xandrova dan menyentuhnya. "So, stay away from Zoya! Or you will regret!" Viktor melepaskan cengkeraman tangannya tanpa melepaskan pandangan tajam dari Maksim. Ia mengusap kedua tangan. Sedangkan lawannya memandang Viktor sambil merapikan kembali bagian pakaian yang tadi disentuh Viktor. Apakah akhirnya dia sadar bahwa aku bisa berbahasa Inggris sepertinya? Ha ha ha! Viktor tertawa di dalam hatinya dengan puas. Ia segera pergi dari sana dengan langkah panjang. "Di mana Zoya dan Caleb?" Viktor mengeluarkan smartphone, lalu segera menghubungi sang istri untuk menanyakan keberadaan mereka. Setelah menekan nomor Xandrova pada daftar kontak, ia segera menempelkan benda pipih tersebut ke telinga. "Viktor, apakah urusanmu dengan Maksim sudah selesai?" Viktor mendengar suara kekhawatiran Xandrova dari seberang sana. "Ya, Zoya. Kau di mana sekarang?" "Aku dan Caleb sedang melihat-lihat pameran foto balet di lobby. Cepatlah datang, Viktor!" Viktor segera berjalan menuju lobby tanpa membuang-buang waktu lagi. "Oke, Zoya. Aku segera datang. Tunggu aku dan jangan pergi ke mana-mana!" Viktor merespon ucapan Xandrova dengan tenang. "Ya, Viktor. Aku akan menunggumu." Viktor mematikan sambungan telponnya. Ia berjalan dengan penuh waspada karena anak buah Maksim pasti membuntuti dirinya. "Zoya!" Akhirnya Viktor sampai di lobby di mana Xandrova berada. Oh, rupanya Zoya sedang melakukan live di salah satu akun media sosialnya. Viktor berkata di dalam hati seraya tersenyum dari hadapan Xandrova. Ia bahagia saat mengetahui sang istri baik-baik saja dan anak buah Maksim tidak menyentuhnya. "Oke, Guys! Sampai jumpa di live Zoya selanjutnya! Bye ...." Viktor mendengar Xandrova menutup acara live dengan tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah kamera smartphone yang ia pegang dengan tangan kanan. "Viktor, maafkan aku membuatmu menunggu." Xandrova menghampiri sang suami seraya tersenyum sumringah. Viktor menggandeng tangan Xandrova. "Mari kita pulang!" Viktor melihat Xandrova mengangguk. Ia mengarahkan pandangan kepada Caleb seraya memberikan isyarat agar sang bodyguard mengikuti mereka berdua. ** "Zoya, jika kau lelah maka biarkan aku menggendong mu." Viktor menghentikan langkahnya. Ia berjongkok membelakangi Xandrova. "Naiklah ke punggung ku!" "VikーViktor ... aーaku ... aku tidak ...." Viktor tahu bahwa Xandrova sangat tidak ingin merepotkan dirinya. "Tahu, 'kah kau, Zoya?" Viktor segera memotong pembicaraan Xandrova dan dengan sabar meyakinkan istrinya agar menuruti apa yang diinginkannya. "Ya?" Xandrova pun mengalah dan membiarkan Viktor berbicara. "Seorang Istri tidak boleh membantah perkataan ataupun perintah Suami. Karena hal itu tidaklah baik." Viktor berkata dengan nada sedikit tegas dan penekanan pada dua kata terakhir. "Aku tidak ingin kau kelelahan, oke! Maka, naiklah ke punggung ku!" Viktor mengulangi lagi perintahnya. Mau tidak mau, akhirnya istri kecil Viktor pun mengikuti perintah sang suami. Bagus sekali, Zoya. Kau memang Istri penurut dan aku sangat bahagia memilikimu. Ya, aku telah mengatakan hal demikian berulang kali. Ha ha ha! Viktor pun tersenyum bahagia. Ia berseru di dalam hati seraya mengucapkan syukur. Ia mulai berjalan dengan membawa Xandrova di punggungnya. "Viktor, apakah kau lelah? Turunkan saja aku!" Suara manja Xandrova tentu saja membuat Viktor selalu tersenyum. "Tidak, Zoya. Kita baru saja pergi beberapa langkah, bukan? Itu tidak akan membuatku kelelahan." Viktor berjalan dengan santai seolah keberadaan Xandrova di punggungnya bukanlah beban. Mereka berbincang dan menikmati suasana malam yang terang benderang karena matahari tetap enggan menghilang dari langit. "Saat musim dingin tiba, mau 'kah kau berburu Aurora Borealis bersamaku, Viktor?" Musim dingin? Ya, tahun ini merupakan kali pertama aku menghabiskan waktu menyambut dan melewati 4 musim bersama Istriku di Rusia. Viktor berpikir sejenak tentang dirinya dan Xandrova. Ia membayangkan saat-saat kesepian itu akan sirna karena kehadiran Xandrova di sisinya. "Viktor, mengapa kau tidak menjawab pertanyaan ku? Apakah kau malu memiliki Istri seperti aku?" Lagi, Viktor tersenyum lebar sembari menatap langit. "Zoya, kita memiliki banyak waktu untuk bersama dan melakukan hal-hal menyenangkan lainnya. Karena tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya ... aku akan selalu ada di sisimu. Maka, mari kita berburu Aurora Borealis di bagian Rusia paling Utara!" Viktor merasakan Xandrova memeluknya semakin erat. Viktor merasakan kedamaian dan kehangatan di hatinya yang telah lama hampa. "Spasibo, Viktor." Memiliki arti, "Terima kasih, Viktor." Viktor hampir menitikkan air mata. Ia sangat terharu ada seseorang yang mengucapkan terima kasih kepadanya. "Kau adalah Istriku, maka kau adalah prioritas utama ku, Zoya. Ingatlah akan hal itu!" Viktor melihat hotel tempatnya menginap bersama Xandrova dan keluarga Konstantin telah terlihat di pelupuk mata. Ia menghela napas dalam-dalam. Mengapa waktu seolah berjalan lebih cepat dari biasanya? Aku senang sekali bisa bersama Zoya dan aku merasa lebih dekat dengannya saat dia berada di punggung ku. Viktor membatin. Ia merasakan Xandrova bernapas dengan teratur. Hening. Xandrova tidak bersuara lagi. "Zoya, apakah kau sudah tertidur?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD