Lakhta Center

1010 Words
Ketika Anda memutuskan untuk menikah, hal apa saja yang mampu menjadi tiang di dalam rumah tangga Anda, selain cinta dan memupuk rasa saling percaya? Viktor ingin sekali bertanya hal tersebut kepada sang ayah mertua yang sering kali ia pergoki sedang bersama wanita lain, selain Galana. Namun, Viktor tidak berdaya ketika dihadapkan dengan suatu kenyataan bahwa ia bukan siapa-siapa di keluarga Konstantin. Maka, Viktor pun hanya mampu berkata-kata di dalam hatinya. "Bukan urusanmu!" Davidoff membalas pertanyaan Viktor dengan ketus. Ia menyimpan smartphone miliknya ke saku jas. Viktor melihat Andriy menggelengkan kepala ke arahnya. Begitu pula dengan Caleb yang menggeleng sambil mengangkat kedua bahu. "Oh, ya, Tuan Viktor. Saya hampir saja lupa untuk memperkenalkan pria di samping saya." Andriy mencoba untuk mengalihkan perhatian Viktor agar tuannya tidak sakit hati dengan perkataan Davidoff tadi. "Pria bernama Caleb. Dia bertugas sebagai bodyguard Anda, Tuan Viktor." Siapa yang tahu bahwa saat ini Davidoff sedang mengepalkan kedua tangannya saat mendengar penjelasan Andriy. Brak! Davidoff murka. Ia memukul pegangan kursi dengan keras hingga wajahnya memerah. Andriy dan Caleb yang duduk berhadapan dengan Viktor dan Davidoff pun sedikit terkejut tindakannya. "Apa-apaan sang Tuan Besar! Saya tidak bisa menerima semua ini!" Deru napas Davidoff memburuk seiring dengan emosinya yang meledak-ledak. Ia menoleh ke arah Viktor dan mendapati sang menantu sedang duduk bersandar seraya memainkan benda canggih di tangannya. "Viktor, jangan tinggi hati dulu! Mari, kita lihat kecakapan bisnismu! Jika kau mampu menyayangi saya bahkan melebihi kecakapan saya ...." Davidoff menyeringai lebar. "Saat itulah saya akan mengakui kau sebagai Suami dari Zoya dan Menantu hebat saya!" Viktor terpaksa menyudahi permainan games yang sangat ia sukai. Dengan masih menggenggam smartphone, Viktor terpaksa menoleh ke kiri dan menatap sang mertua. "Mari buat kesepakatan, Pa!" Dengan berbekal kemampuan dan pengalaman bekerja di masa lalu, Viktor cukup yakin jika dirinya akan berhasil mengalahkan sang mertua di masa depan. Seperti apa yang dikatakan oleh Tuan Gennadius, Tuan Viktor memang memiliki nyali yang besar! Andriy menyerukan suara hatinya. Ia tidak segan-segan memuji Viktor yang kini menjadi tuannya. Andriy dan Caleb menunggu Davidoff menyambut uluran tangan Viktor. Apakah mereka akan berjabat tangan dan membuat suatu kesepakatan? Caleb membiarkan benaknya dipenuhi oleh pikiran-pikirannya tentang 2 pria di hadapannya. Limousine yang membawa Viktor berhenti tepat di depan lobby Lakhta Centerーgedung pencakar langit tertinggi di Rusia. Andriy menoleh ke kanan dan kirinya. Pria itu dengan cepat mengetahui bahwa kini mereka telah tiba di lokasi. "Oke, sepakat!" Akhirnya Davidoff menjabat tangan menantunya dengan sorot mata tajam yang merendahkan. Tidak lama kemudian, ia merapikan jasnya bersiap untuk keluar dari Limousine. "Tuan Viktor, kita telah sampai di Lakhta Center." Viktor mengangguk sambil menatap Andriy. Saat masih kuliah, aku sering memimpikan ingin menginjakkan kaki di gedung ini. Ya, sebagai warga negara Rusia, Aku sangat bangga dengan Lakhta Center yang populer di dunia karena menduduki posisi ke-16 sebagai bangunan tertinggi di dunia! Viktor mengagumi bangunan indah di depan kedua matanya di dalam hati. Ia memandangi suasana di luar mobil dan mendapatkan banyak orang juga wartawan yang berkerumun di lobby. "Ughhh!" Viktor menghela napas melihat pemandangan asing barusan. Ia menundukkan wajahnya. "Jika kau tidak memiliki nyali sebagai seorang pebisnis, sebaiknya pergi saja dan pulang ke panti asuhan yang kumuh itu! Ha ha ha!" Davidoff mengeluarkan kata-kata kasar untuk Viktor. Namun, kata-kata itulah yang justru membuat Viktor semakin termotivasi untuk membuktikan kemampuannya di dunia bisnis. Davidoff ke luar dari Limousine terlebih dahulu. Sedangkan Viktor masih berada di dalam bersama Andriy dan Caleb. "Tuan Viktor, Anda tidak perlu khawatir! Saya akan menjadi penerjemah Anda dan membantu apapun yang Anda butuhkan. Dan, pastikan Anda tetap menjaga wibawa juga nama baik keluarga Konstantin!" Andriy memperingatkan Vikktor dengan tegas. Ia juga menatap Caleb. "Benar, Tuan. Dan, saya sendiri akan menjaga Anda dengan sebaik-baiknya." Viktor memandang 2 pria di depannya sejenak. "Saya percaya kalian berdua." Suara tegas Viktor terdengar jelas di kedua indra pendengaran Andriy dan Caleb. Mereka mengangguk dan memahami arti kalimat Viktor barusan. Viktor ke luar dari Limousine dengan percaya diri yang tinggi. Ia berjalan diikuti oleh Andriy dan Caleb di belakangnya. "Tuan, silakan lewat sini!" Andriy menunjuk red carpet yang membentang di sepanjang lobby Lakhta Center. "Harus 'kah saya melewatinya?" Viktor dengan enggan melewati red carpet yang sedang ramai oleh orang-orang penting juga wartawan yang sibuk mengabadikan momen penting tersebut. Viktor melihat Gennadius dan Davidoff sedang berfoto dan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh wartawan. "Viktor, kemarilah!" Viktor mendengar suara Gennadius memanggil dirinya dengan melambaikan tangan. Ia tersenyum tipis, lalu menghampiri sang tuan besar keluarga Konstantin. "Salam sejahtera untuk Anda, Kakek." Viktor memberikan salam seraya membungkukkan badan di hadapan Gennadius. Sang kakek pun tertawa. "Ha ha ha! Cucu menantu saya memang memiliki karakter yang kuat dan berbeda." Gennadius tidak segan-segan memuji Viktor dihadapan semua orang bahkan di depan anak kandungnya sendiriーDavidoff. "Siapakah dia, Tuan Gennadius?" "Apakah dia adalah bagian dari keluarga Konstantin?" "Oh, bukankah dia adalah Suami dari Cucu Anda yaitu Tuan Viktor Gusev?" Viktor terkejut karena ada seorang wartawan yang mengenali dirinya. Darimana wartawan ini mengenalku? Karena pernikahanku dengan Zoya sangat tertutup, maka kecil kemungkinan orang-orang mengenaliku, ujar Viktor di dalam hatinya. "Tuan Viktor, anda jangan tersinggung dengan pertanyaan wartawan yang satu ini!" Andriy berbisik di telinga Viktor. "Karena akun media sosial Nona Zoya telah memperkenalkan Anda sebagai Suaminya, bukan? Maka tidak heran jika mereka mengenali Anda." "Kau benar, Andriy." Viktor membenarkan ucapan Andriy. Ia meyakinkan dirinya bahwa semua urusan akan berjalan lancar. Viktor melihat Gennadius tertawa terbahak-bahak mendengar beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh wartawan kepadanya. Namun, tidak dengan Davidoff yang merasa tersaingi dan terpojok karena kehadiran Viktor berhasil menarik perhatian. "Kau benar, hei wartawan wanita!" Gennadius membenarkan dugaan wartawan wanita yang mengenali Viktor. "Pria gagah dan tampan ini adalah Suami dari Xandrova dan dia akan mulai berkecimpung di dunia bisnis. Ha ha ha!" Gennadius tidak lupa untuk selalu tertawa di akhir kalimatnya. Ia menepuk-nepuk bahu kiri Viktor untuk menunjukkan perhatian. Ah, sial! Banyaknya kilat dari kamera para wartawan telah menyilaukan pandangan ku, batin Viktor seraya menyipitkan kedua matanya. "Halo, Tuan Viktor! Bagaimana perasaan Anda berdiri di tengah-tengah para pebisnis yang sukses?" Satu pertanyaan berhasil keluar dari mulut wartawan wanita tadi. "Jawab saja, Viktor!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD