Viktor berusaha bertahan saat Viona terus mendorongnya ke dalam lift. Kini, ia berhasil berada di luar lift berkat bantuan Andriy dan Caleb.
"Kau benar-benar sudah gila, Nona Viona!"
Baru saja Viktor menutup mulutnya, Xandrova datang bersama Galana dengan wajah tegang.
"Siapa wanita ini, Viktor? Apa hubunganmu dengannya?"
Viktor yang terkejut segera mengubah mimik wajahnya.
Sejak kapan Zoya dan Mama tiba di sini? Apakah mereka melihat Viona mendorongku dan berusaha untuk menyentuhku?
Viktor tercengang ketika mendapatkan Xandrova dan Galana sudah berdiri di dekatnya. Ia menatap istrinya sambil bertanya-tanya di dalam hati.
"Aーaku sendiri tidak tahu, Zoya."
"Bohong!"
Galana membantah ucapan sang menantu. Kedua mata wanita itu menyala-nyala saat berteriak.
"Jika mereka berdua tidak saling kenal, lalu mengapa terlihat akrab?!"
Galana menunjuk Viktor dan Viona bergantian. Viona menyimpan senyum dalam diam.
Sial! Apa yang baru saja Mama katakan?!
Viktor membatin. Ia tidak bisa hanya berpangku tangan menghadapi Galana yang selalu saja memiliki banyak cara untuk menyingkirkan Viktor dari keluarga Konstantin.
"Apa maksud perkataan Mama barusan? Jangan menuduh saya yang tidak-tidak di depan Zoya!"
"Apakah kau baru saja membentak saya, Viktor?!"
Viktor melihat Galana sedang mendelikan mata. Ia sama sekali tidak mengerti jalan pikiran sang ibu mertua yang tidak pernah sekalipun berada di pihaknya.
"Saya tidak bermaksud membentak Anda, Ma. Sama sekali tidak. Namun, saya mohon agar Mama tidak mencampuri urusan rumah tangga saya dengan Zoya."
Galana memalingkan wajahnya dari Viktor.
"Abaikan saja dia, Zoya! Sebaiknya kita segera pergi saja."
Galana hendak melangkah masuk ke lift. Namun langkahnya tertahan karena Xandrova tidak beranjak juga dari sana. Ia menatap Viktor tidak percaya.
"Hei, Viona! Kau mau ke mana?!"
Viktor segera menarik tangan Viona saat menyadari wanita itu hendak beranjak dari sana.
"Ah! Saーsaya ...."
Viktor melihat Viona meringis kesakitan ketika ia mencengkram lengannya.
"Kau lihat 'kan, Zoya?! Suami yang selalu kau bela justru menarik wanita lain di depan kedua matamu! Apakah kau tahu, bagaimana sikapnya jika berada di belakangmu?!"
Galana menunjuk Viktor. Setelah puas dengan sikapnya, Galana pun terdiam.
"Zoya, jangan salah paham padaku!"
Viktor membawa Viona mendekati Xandrova.
"Cepat jelaskan, siapa dirimu di depan Istriku!"
Viktor memerintahkan Viona untuk melakukan apa yang diinginkannya.
"Cepat!"
Viona meronta-ronta. Namun, Viktor dengan tenang tetap mencengkeram lengannya.
"Saーsaya adalah Viona. Saya bertemu Suami Anda malam tadi ketika dia sedang menggendong Anda di punggungnya."
Glek!
Xandrova menelan saliva. Ia tidak menyangka bahwa Viktor menggendongnya dari pinggir sungai Neva sampai kamar hotelnya.
Viktor melihat Xandrova sedang kebingungan. Ia segera melepaskan Viona, lalu meraih tubuh sang istri.
"Zoya, maafkan aku telah membuatmu salah paham padaku."
Viktor mengusap lembut kedua bahu Xandrova, dan tentu saja Viona terluka.
"Apakah kau percaya begitu saja dengan Suamimu, Zoya?! Bisa saja mereka berdua telah berbohong untuk mengelabui mu!"
Lagi, Galana mencoba memprovokasi keadaan.
"Maaf, Nyonya Galana. Saya dan Caleb adalah saksi. Kami berdua melihat Nona Viona ini mencoba mendekati Tuan Viktor."
Andriy mencoba meyakinkan Galana juga Xandrova.
"Tutup mulutmu, Andriy!"
Bukannya mendengarkan penjelasan Andriy, Galana justru semakin geram.
"Urusan saya di sini telah selesai, bukan? Saya akan pergi."
Viona menekan tombol agar lift terbuka. Viktor membiarkan Viona pergi dan tetap bersama Xandrova.
"Jangan coba-coba mendekati Suami saya lagi!"
Viktor dibuat terkejut dengan kalimat barusan yang diucapkan oleh Xandrova.
Aku tidak pernah menyangka bahwa Zoya akan mengatakan hal demikian, batin Viktor seraya tersenyum tipis.
Tring!
Usai pintu lift terbuka, Viona masuk ke sana. Ia membalikkan badannya, lalu menatap Xandrova dengan raut wajah tidak suka.
"Bukan hanya saya yang mungkin terpikat dengan Suami Anda, Nona. Istri mana yang tidak bisa menjaga hati Suaminya, dia akan kalah dengan wanita
penggoda!"
Kedua mata Viktor memerah. Ia tidak senang dengan perkataan Viona barusan yang pastinya membuat hati Xandrova terluka.
"Hei, Wanita! Hati-hati dengan lidahmu karena akan ada saatnya di mana kau akan mengalami nasib yang tidak jauh berbeda seperti wanita yang kau sakiti!"
Viktor tahu bahwa pintu lift akan segera menutup. Namun, ia tetap berteriak memperingatkan Viona agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
"Apa yang saya katakan adalah kebenaran, Tuan Viktor. Demi Tuhan, saya akan merebut mu dari sisi Istri kecil mu itu!"
Viona tersenyum lebar seraya menatap Xandrova dalam-dalam.
"Dan saya pastikan hal itu tidak akan pernah terjadi."
Viktor membalas ucapan Viona sambil mendekap erat tubuh Xandrova. Bersamaan dengan itu, pintu lift pun menutup.
"Tuan, sebaiknya bawa Nona Zoya kembali ke kamar! Saya dan Caleb akan berjaga-jaga di sekitar kamar Anda."
Viktor melihat Xandrova menumpahkan air matanya. Ia juga melihat Galana tersenyum sinis.
"Untuk apa kau menangis seperti itu, Zoya? Jika ada seorang wanita bodoh akan menampung Suamimu yang miskin ini, bukan 'kah itu adalah hal yang bagus? Kau bisa melanjutkan pertunanganmu dengan Maksim hingga ke jenjang pernikahan."
Tiba-tiba saja Viktor teringat asal usul Maksim yang tidak jelas dan tidak diakui oleh tuan besar keluarga Romanov.
"Maksud Mama adalah ...."
Viktor menggenggam erat tangan Xandrova sebelum meneruskan kalimatnya. Viktor menatap Xandrova dengan rasa cinta dan kasih sayang yang luar biasa.
"Mama dan Papa akan menikahkan Zoya dengan anak haram keluarga Romanov yang bahkan Tuan Vladimir sendiri tidak mengakuinya?"
Viktor tersenyum miris. Ia menatap Xandrova yang sedang mendongakkan wajah menatap dirinya.
"Bukan 'kah itu sama saja dengan tidak mengakui keberadaan Zoya, Ma?"
Viktor menatap kedua mata Xandrova yang masih saja berlinang air mata. Ia mengusap lembut air mata Xandrova dan tersenyum kepadanya.
"Sesuai dengan janji saya kepada Kakek Gennadius bahwa saya tidak akan menceraikan Zoya apapun yang terjadi."
Viktor melihat Xandrova tersenyum.
"Viktor, bawa aku ke kamar! Aku ingin bersamamu hari ini. Jadi, bisa 'kah kau untuk tidak pergi lagi?"
Suara manja Xandrova terdengar jelas di telinga Viktor. Pria itu pun mengangguk dan membawanya kembali ke kamar.
"Kami permisi, Ma."
Viktor tetaplah seorang menantu yang memiliki tata krama. Meskipun dirinya sering dihujat oleh kedua mertuanya, ia tetap saja berperilaku baik kepada mereka.
Akhirnya, Viktor dan Xandrova tiba di depan kamar mereka bersama Andriy dan Caleb.
"Tuan Muda, ada beberapa hal yang ingin saya diskusikan dengan Anda."
Andriy berkata ketika Viktor dan Xandrova telah tiba di kamar.
"Kalau begitu, kalian masuklah! Saya akan mencoba menenangkan hati Zoya terlebih dahulu."
"Baik, Tuan Viktor."
Andriy dan Caleb menunggu Viktor di ruang tamu kamar presidential suite yang memiliki luas 402 meter persegi. Sedangkan Viktor membawa Xandrova ke ruang tidur.
**
"Zoya, aku mohon padamu untuk tidak memikirkan kata-kata wanita itu! Karena kau tahu, aku sungguh tergila-gila padamu."