Sudah hampir sebulan lamanya Atqa mencari-cari di mana keberadaan kekasih hatinya, mungkin sudah hampir seluruh penjuru kota ini ia sisiri. Ara bagai hilang di telan bumi, hampir setiap hari pula pemuda itu akan menghabiskan pagi dan sorenya di pemakaman berharap Oji benar, jikalau suatu saat gadis tercintanya itu akan datang. Atqa bagai kehilangan separuh jiwanya bersama kepergian Ara, terasa semua warna hidupnya memudar saat kehilangan seperti ini ia barulah menyadari jika cintanya pada Ara bukanlah cinta biasa. Akarnya sudah terlalu kuat menjalar ke dalam hatinya, sehingga menumbangkan pohonnya juga tidak akan berpengaruh apapun, cintanya akan selalu tumbuh bahkan semakin banyak dan kuat. "Udah, dong, Sayang. move on, jangan menyiksa diri sendiri terus." Annisa menepuk pundak Atqa y

