Ara menunggu sang ayah selesai menghabiskan makan siangnya, ia tidak ingin sang ayah kehilangan nafsu makannya, entah kenapa Ara memiliki firasat buruk tentang apa yang akab dia tanyakan. Namun, perasaan penasaran itu sangat menyiksa dirinya. "Pak, ada yang mau Ara tanyain," ucap Ara ragu-ragu. "Ada apa?" tanya Adi setelah meneguk air minumnya, masih tetap di meja makan Ara mulai menuntut jawaban atas segala rasa ingin tahunya tentang masa lalu kedua orang tuanya. "Apa yang sebenernya Bapak tutupi dari Ara?" tanya Ara tanpa berani menatap wajah ayahnya. "Maksud kamu?" jawab Adi bernada serius, nada bicara yang selalu bisa membuat Ara merasa segan. "Ya, semuanya, kenapa Bapak tiba-tiba ngajak Ara pindah ke Jakart, terus tinggal di rumah ini, semuanya," jawab Ara. "Bapak ngajak k

