"Ara, Sayang, Neng geulis, kecintaannya Aa, kesayangannya Aa, bisa dong, ya, kalau ngidam, teh, jangan yang aneh-aneh. Kita pulang aja, yuk, nanti di rumah Ada pijitin, deh. Atau Ada masakin makanan kesukaan kamu." Sehalus mungkin Atqa berusaha merayu sang istri untuk pulang, karena hari sudah menjelang senja dan mereka masih saja memutari alun-alun untuk mencari tukang cilok yang selama dua hari ini membuat Ara tidak bisa tidur nyenyak atau pun makan dengan lahap, banyak ia mendengar jika permintaan ibu hamil memang kadang aneh-aneh tetapi ia sama sekali tidak menyangka jika hal itu juga akan terjadi pada dirinya. "Ih, Aa! Dilarang protes, namanya juga permintaan dedek bayi! Aku tuh enggak ngadi-ngadi, A. Aku emang pengen banget cilok itu, enggak mau yang lain walau Ada yang masakin," ja

