Terjebak

1655 Words
Malam harinya tepat pukul jam 7 ,saat itu Darren ternyata telah sampai di cafe racer dan menunggu kedatangan Karina. "Kenapa Karina lama sekali? Owh iya ya aku kan datang lebih duluan daripada dia , sebaiknya aku menunggu dia saja dan membuat surprise untuk dia." Darren mencoba menjadi suami yang baik dan disini Darren sudah mempersiapkan satu buah buket bunga yang indah. Karina sebenarnya telah berada di cafe tersebut dan dia juga telah mempersiapkan sesuatu untuk Darren. "Ternyata kau cepat sekali datang , baiklah kita mulai Karina." Gumam Karina dalam hatinya. Karina memanggil seorang weather dan menyuruh weather tersebut memberikan minuman yang telah Karina modifikasi ke Darren. "Kamu berikan minuman ini ke pria yang ada di sana ." Pinta Karina kepada salah satu weather yang ada di sana, Karina juga memberikan beberapa lembar uang yang sudah di masukkan ke dalam amplop kepada weather itu. "Baik mbak , saya akan lakukan." Weather itu melakukan apa yang Karina perintahkan , weather itu juga telah mengambil amplop yang Karina berikan. Singkatnya Darren meminum minuman tersebut yang membuat dia tertidur, dan setelah Darren tertidur , Karina pun memasukkan Darren ke dalam mobilnya. Setelah itu , tepat pukul jam 8 malam Anindya datang ke cafe tersebut , tapi ternyata Diara belum datang ke cafe itu sehingga Anindya pun menunggu kedatangan Diara. "Kak Diara mana ya ." Gumam Anindya dalam hatinya sambil melihat ke sekeliling cafe itu. "Aku telpon saja deh." Anindya pun mengambil handphone nya dan mencoba menghubungi Diara. Namun, berkali-kali Anindya menelpon Diara ternyata Diara tidak mengangkat teleponnya. Flashback off Tepat jam 5 sore, Karina menelpon Diara. "Halo Karina." Sapa Diara dari telepon. "Halo Diara ." Jawab Karina. "Ada apa Karina , apa ini tentang permintaan kepada ku?." Tanya Diara. "Iya , aku mau minta ke kamu untuk dari jam 7 sampai besok pagi , kamu jangan menghidupkan hp mu , kalau bisa kamu matikan hp kamu." Pinta Karina. "Lalu jika Anindya menghubungi ku , bagaimana Karina?." Tanya Diara. "Karena itu aku menyuruh mu untuk mematikan hp mu agar dia tidak bisa menghubungi mu dan kau jangan datang ke cafe itu ." Pinta Karina. "Kenapa aku tidak datang ? Lalu bagaimana dengan Anindya?." Tanya Diara. "Kau kirim kan dia SMS jika kau tidak bisa datang , tapi sms itu harus kau kirimkan jam 8 malam , tapi akan terkirim ke hp nya keesokan paginya, kau paham kan?." Pinta Karina. "Baiklah aku akan melakukannya , tapi sebenarnya apa rencana mu Karina?." Tanya Diara. "Kau pasti tahu Diara." Jawab Karina. "Apa ini tentang masa lalu , tapi bukankah kau sendiri yang berkata akan selalu menyayangi nya." Tanya Diara . "Iya , aku tahu Diara tapi hatiku sakit dan ada hal lain yang kau tak ketahui , tapi mungkin belum saatnya untuk aku bercerita ." Jawab Karina dengan suara yang bersedih. "Aku mengerti perasaan mu , dari dulu aku juga sudah berkata kepada mu untuk tidak mengorbankan apa yang kau miliki hanya untuk membuat dia bahagia." Diara berkata dengan nada serius . "Aku tahu , tapi semuanya sudah terjadi , dan aku hanya ingin mendapatkan kembali kebahagiaan yang seharusnya jadi milikku, kebahagiaan yang sudah di renggut." Pinta Karina. "Baiklah Karina , aku hanya berharap agar kau bisa menemukan kebahagiaan mu yang sesungguhnya dan aku pasti akan membantu mu jika kau membutuhkan sesuatu ." Jawab Diara. "Terima kasih Diara ,kau lah satu-satunya orang yang paling mengerti aku dan kau adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki ." Jawab Karina. "Aku menyayangimu Karina dan aku pasti akan melakukan apapun untuk membuat mu bahagia seperti dulu kau selalu membuat ku bahagia dan selalu ada untukku ketika aku membutuhkan mu." Jawab Diara. "Aku juga sangat menyayangi mu dan semua yang aku lakukan untukmu akan terus kulakukan, aku matikan ya teleponnya dan sekali lagi terima kasih dan semoga kau selalu bahagia , assalamualaikum." Karina mengakhiri obrolan mereka. "Wa alaikum salam Karina." Diara menutup teleponnya. Flashback On Karina yang melihat Anindya telah datang , dia pun langsung memanggil weather yang tadi dan menyuruh nya memberikan minuman itu kepada Anindya yang sedang duduk. Saat weathers memberikan minuman kepada Anindya , Anindya merasa terkejut karena dia merasa sama sekali tidak memesan minuman yang membuat weather tersebut terkejut , karena ketika dia memberikan minuman kepada Darren , Darren menerima dan meminumnya. "Maaf , saya tidak merasa memesan minuman ini , kenapa saya diberikan minuman ?." Tanya Anindiya dengan raut wajah yang kebingungan . "Hmm.....mm." Weather itu merasa kebingungan ingin menjawab apa dan dia pun mulai berpikir cara untuk mengelabui Anindya. "Jadi begini mbak , kebetulan hari ini adalah hari ulang tahun cafe kami , sehingga cafe kami memberikan minuman gratis khusus untuk hari ini kepada para pelanggan yang telah datang ke cafe kami." Jawab Weather itu dengan tersenyum yang sebenarnya yang dia katakan adalah kebohongan belaka . " Owh begitu , terima kasih kalau begitu." Jawab Anindya dengan tersenyum ke arah weather itu. "Iya , sama-sama mbak , kalau begitu saya permisi dulu." Weater itu pergi dari meja Anindya dan berjalan ke arah Karina. Sesampainya weather itu ke tempat Karina , Karina ternyata sudah menunggu weather itu. "Apa kau sudah melakukan semuanya dengan baik?." Tanya Karina kepada weather itu. "Tentu saja saya sudah lakukan semua yang nona perintahkan ." Jawab weather itu. "Bagus , kerja yang bagus , ini ada tambahan untuk mu karena telah melakukan tugas mu dengan baik." Karina memberikan amplop yang cukup tebal sebagai uang bonus untuk weather itu. "Terima kasih nona." Weather itu merasa senang dan kegirangan dengan uang yang dia dapatkan. "Iya , sekarang pergi lah dan ingat jangan sampai ketahuan ." Pinta Karina. Weater itu pun pergi , sedangkan Anindya yang masih terpaku duduk sendirian di meja nya , dia terus saja menunggu kedatangan Diara dan tak lama setelah itu , Anindya merasa haus dan dia pun meminum minuman itu. Setelah meminum minuman itu , Anindya merasakan pusing di kepala nya dan mulai mengantuk dan tanpa sadar dia pun tertidur di atas meja itu. Karina yang melihat jika Anindiya sudah tertidur , Karina pun menghampiri Anindya dan membawa Anindya masuk ke dalam mobilnya yang di dalamnya sudah ada Darren yang juga tertidur. Kemudian , Karina pun menancapkan gas mobil dan pergi ke sebuah villa mewah milik Darren , disepanjang perjalanan menuju ke villa itu Karina terus saja menatap Darren dan Anindya dengan tersenyum licik dan kesenangan karena rencananya berjalan dengan baik. Saat sampai di villa itu , Karina pun membawa Darren masuk ke dalam kamar yang ada di villa itu dan kemudian setelah membawa Darren masuk ke dalam kamar itu, dia pun membawa Anindya masuk ke dalam kamar yang sama dengan Darren. Setelah Anindya dan Darren masuk ke dalam kamar , Karina pun mulai melakukan aksinya yaitu dia melepaskan pakaian Darren dan juga Anindya dan membaringkan keduanya ditempat tidur yang sama . Kemudian , Karina pun keluar dari villa itu yang ternyata Karina telah memarkir kan mobil Darren di depan villa itu , Karina pun bergegas pulang ke rumahnya. Sedangkan di rumah keluarga Wijaya yang sekarang jam sudah menunjukkan pukul 1 malam , membuat pak Erlangga dan Bu Sara sedang binggung dan khawatir akan keberadaan Anindya yang belum juga pulang. "Pa , Anindya kemana?." Tanya Bu Sara dengan perasaan cemas kepada suaminya. "Entahlah ma , papa juga tidak tahu kenapa Anindya belum juga Pulang." Jawab pak Erlangga kepada Bu Sara yang sama cemasnya dengan Bu Sara. "Pa , apa dia menginap di rumah Karina?." Tanya Bu Sara . "Tapi , bagaimana bisa dia menginap di sana ?." Tanya Pak Erlangga. "Iya mama juga tidak tahu pa , tapi kan bisa saja ." Jawab Bu Sara. "Mama benar juga, sebaiknya mama bertanya langsung kepada Karina." Pinta Pak Erlangga. "Baik pa." Bu Sara pun mengambil handphone nya dan mencoba menghubungi Karina. Karina yang telah sampai dirumah dan berada dalam kamar nya sedang merasa kesenangan , dan tiba-tiba Bu Sara menelpon nya yang membuat Karina mengangkat nya. "Halo ma , ada apa?." Jawab Karina yang berpura-pura cemas. "Mengapa kamu cemas?." Tanya Bu Sara. "Mas Darren belum pulang ma ." Jawab Karina. "Apa ? Mama juga sedang cemas Karina." Jawab Bu Sara. "Mama cemas kenapa?." Tanya Karina. "Adik kamu Anindya belum pulang ke rumah dan tujuan mama menelpon mu adalah ingin bertanya apakah adik mu menginap di rumah kami?." Jawab Bu Sara dan dia bertanya kepada Karina. "Apa? Anindya tidak ada datang ke rumah ku hari ini." Jawab Karina yang berpura-pura terkejut dengan perkataan Bu Sara. "Jadi sekarang bagaimana ini dan sekarang kamu juga bilang kalau Darren belum pulang membuat mama tambah cemas saja." Bu Sara bertambah cemas . "Aku juga binggung ma ,dan mau gimana lagi ma?." Tanya Karina. "Mama juga tidak tahu, mama menjadi tambah binggung dan mama cemas ." Jawab Bu Sara. "Begini saja ma , kita sebaiknya mencari mereka di pagi hari , lagipula sekarang sudah terlalu malam." Pinta Karina. "Mama rasa kau benar , tapi mama juga cemas." Jawab Bu Sara. "Sudahlah ma , doakan saja mereka baik-baik saja." Pinta Karina. "Iya Karina." Jawab Bu Sara. "Ma , sebaiknya kita tutup telepon ini dan sebaiknya mama dan papa istirahat saja sekarang dan besok kita akan mencari mereka." Pinta Karina. "Baik lah Karina , assalamualaikum." Bu Sara menutup teleponnya . "Wa alaikum salam." Jawab Karina. Setelah Karina mematikan handphone nya , Karina merasa bertambah senang dan tertawa seperti orang gila dengan penuh kelicikan. Sedangkan dirumah keluarga Wijaya , Pak Erlangga pun langsung bertanya kepada Bu Sara. "Apa yang Karina katakan ma?." Tanya Pak Erlangga. "Karina bilang suaminya juga tidak ada dirumah dan belum pulang dan dia juga tidak tahu dimana keberadaan Anindya." Jawab Bu Sara yang memancarkan aura kesedihan dari wajahnya. "Apa? Bagaimana ini ma?." Tanya pak Erlangga. "Entahlah pa , mama juga tidak tahu . Tapi Karina berkata jika kita disuruh mencari mereka besok pagi ." Jawab Bu Sara . "Baiklah ma." Jawab Pak Erlangga. "Sebaiknya kita sekarang tidur saja pa ." Bu Sara pun mengajak suaminya untuk tidur dan masuk ke dalam kamar mereka. Keesokan paginya, Karina telah datang di rumah keluarga Wijaya. Bersambung.....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD