Fakta

1796 Words

"Papa , kenapa papa bisa seperti ini." Anindya meratapi papanya dari jauh dan tanpa dia sadari dia mengeluarkan air mata. Anindya juga melihat Ibunya , kakaknya dan juga kakak iparnya yang sekarang telah menjadi suaminya , mereka semua sedang berada dalam kamar ayahnya. "Papa , aku mohon papa cepat sembuh ya, aku nggak mau papa kayak begini." Karina menangis melihat keadaan papanya yang sakit. "Tenanglah Karina, papa pasti akan baik-baik saja." Darren memeluk Karina dengan erat. Bu Sara hanya bisa meratapi suaminya dan menangis. "Seandainya saja Anindya tidak menjebak mu mas , pasti ini semua tidak akan terjadi, Papa pasti tidak akan terkena serangan jantung." Karina berkata dengan sedih. "Mama benar-benar kecewa dan tak menyangka atas apa yang Anindya lakukan." Bu Sara berkata denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD