TUJUHBELAS

811 Words
Tiga hari setelah Kecelakan naas itu terjadi Zerah akhirnya siuman, Membuat Setiap Hati kami yang Menyayanginya Bernafas Lega masih diberi kesempatan untuk Melihat Zerah Tersenyum seperti sedia kala. Meskipun untuk saat ini Zerah hanya bisa Terbaring di kasur Rumah Sakit tanpa Bisa Beraktivitas seperti sedia kala. Kakinya yang patah dan banyaknya Luka-luka goresan di beberapa Bagian Tubuh Zerah membatasi Ruang geraknya yang benar-benar harus di bantu oleh Orang lain. Beberapa kali entah memang Takdir atau hanya kebetulan biasa Raymon dan Aline beberapa kali datang bersamaan, Rasa canggung sering kali menimpa Aline dan Raymon pada saat Zerah Istirahat atau bahkan tertidur, untuk sekedar Berbincang saja Aline merasa sangat Canggung. Tentu saja kecanggungan yang terjadi menjadi Perhatian khusus untuk Zerah. Namun kini Aline tidak lagi Merasa Canggung dengan Raymon, setelah seminggu berlalu di Rumah Sakit, Aline jadi terbiasa dengan kehadiran Raymon, ia Senang Raymon kembali menjadi Ray yang Aline kenal, ia akan mengesampingkan masalahnya dengan Raymon Sebelumnya. Aline sendiri akan ke Rumah Sakit setelah Pulang dari Kantor, Mengingat dia bukan Pemilik Perusahaan tempat ia Bekerja, Aline tetap Professional Mengerjakan Tugasnya dengan baik, meski tak jarang Aline banyak kehilangan konsentrasinya dalam Bekerja namun dia Tetap Berusaha Memberikan yang Terbaik untuk Pekerjaannya. Computed tomography (CT) scan pun sudah dilakukan Sehari Setelah Zerah Siuman, Hasilnya tingal menunggu Analisa Dokter Daniel. Aline Berharap Zerah Semakin baik dan bisa kembali Sehat seperti dulu lagi. Sore itu setelah selesai Jam kantor Aline bergegas menuju Rumah Sakit untuk bertemu Kekasihnya Zerah, namun baru sampai depan Kantor Aline Menatap Parkiran Motor Tempat biasa Zerah Menjemputnya... Entah.. iaa Rindu Zerah, Rindu Saat-saat Zerah Menjemputnya Setiap Harinya. " Hei.. kamu udah sampai " Ucap Zerah lemah Aline Menutup Pintu pelan Ruangan yang sudah Seminggu ini bagaikan Rumah Kedua bagi Aline. " Iyaa.. pada kemana ? Tante ? " " Mama lagi pulang Sebentar, aku bilang mama kalo kamu bentar lagi Datang Makanya dia mau Tinggalin aku " " Oh... yang lain belum datang ? " Zerah hanya Menggeleng Kepalanya pelan, Aline Tersenyum lalu Beranjak duduk di sebelah Zerah Menggenggam Jari-jari Zerah yang seakan Pas di sela jari kecil Aline, Zerahpun Menggenggamnya Lebih Erat lagi Sentuhan tangan Aline. " Gimana keadaan kamu Hari ini ? Baikan ?" " Lumayan... hanya Kepalaku masih suka sakit" Aline Mengelus Kepala Zerah dengan Lembut Berharap bisa menghilangkan Rasa sakit dikepala Zerah. " Sekarang Sudah gak Sakit ko.. " Jawab Zerah Seakan tau isi Hati Aline. " Aku kangen kamu.. " Ucap Zerah lembut " Aku... Jugaa.. " Ucap Aline Terbata Sambil mengadahkan Kepalanya ke atas menatapi langit-langit yang berwarna Putih itu, Berharap Air matanya tidak jadi jatuh namun Saat kembali menunduk Air Matanya Tumpah Mengkhianatinya. Zerah Menghapus Air Mata Aline dengan Jari-jarinya lembut. " Ini kedua kalinya aku liat kamu Menangis, Padahal aku janji yang Kemarin itu yang Terakhir kalinya kamu menangis karena Aku " Ucap Zerah Lirih " Kali ini boleh gak aku yang Minta dipeluk ? Badanku gak bisa digerakin, Sakit " Ucap Zerah Tersenyum samar, Aline bangun Dari duduknya Memeluk Zerah yang Terbaring, Agak susah Sebenarnya, tapi Tetap Aline lakukan, Malah Air Mata Aline Semakin Banjir Saat Memeluk Zerah. Namun tiba-tiba Suara Pintu Terbuka Mengagetkan Aline, Aline Perlahan Melepaskan Pelukannya dengan Zerah, Kemudian Menghapus Sisa-sisa Air Matanya dengan Jarinya. " Sorry... Gue ganggu yaa, Nanti aja gue balik lagi " Ucap Raymon berbalik namun Zerah Memanggil Raymon untuk tidak Pergi. Aline Beranjak ke Kamar Mandi Ruangan itu untuk memperbaiki Wajahnya yang sudah Berantakan akibat Menangis . " Gimana keadaan lo " Ucap Raymon dengan Raut Wajah Khawatir. " Baik, Sudah lebih baik" " Syukurlah... Cepat Sembuh Zer Gw, Jojo Kangen ngumpul lagi sama lo" Zerah hanya senyum menatap Sahabatnya itu. " Aline juga pasti Bakalan Seneng Liat loe Sembuh" Lanjut Raymon. " Iya.. Makasih ya Ray Udah Setia Bersahabat sama Gue Selama ini... Bahkan Rela capek-cape nemenin gue tiap hari disini " Raymon Menganggukan kepalanya saja, Sebenarnya Ray ingin sekali Menangis, hanya saja ia menahan keras Tangisnya, Ray tidak mau di anggap Lemah oleh Zerah, ia tidak mau menambah Beban Zerah. "Sorry kalo Sejak dulu Wanita yang lo suka Milih gue, itu sama sekali bukan keinginan gue, apa Pesona gue Terlalu kuat ya" Ucap Zerah Tertawa, Suasana yang tadinya Sendu Berubah jadi Lebih hidup Saat Zerah Tertawa. "Terlalu Percaya diri lo, Gue nya aja yang ngalah dari dulu makanya lo menang" Ucap Ray tak kalah Heboh sambil Tertawa. " Hehehee.. makasih lho udah ngalah buat gue, Tapi kali ini gue yang Akan Ngalah buat lo, Meski gue gak Rela Sekarang... Tapi dibanding sama yang lain gue lebih suka lo yang sama Aline" Ucap Zerah Menohok " Loe ngomong Apa Sih ? " Jawab Raymon Bingung, Saat ingin melanjutkan Aline datang membuat Zerah jadi ragu. Zerah malah Tersenyum dan mengedipkan matanya ke Ray. " Lagi ngomongin apa ? Seru banget sampe kedengeran ketawanya sampe Toilet" Ucap Aline Tersenyum " Lagi ngomongin kamu, Ucap Zerah Jujur "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD