Sampai di Rumah Sakit tempat Zerah dirawat, Berulang kali Aline meyakinkan dirinya sendiri untuk Berpikiran Positive 'Zerah akan baik-baik Saja' Bibirnya terus menerus mengucapkan Hal itu, namun berbeda dengan Hatinya yang Gundah. Sejak Pagi Aline sudah merasa tak enak Hati, Entah seperti ada yang akan Terjadi, Perasaannya sungguh Tidak Menentu sejak tadi Pagi. Aline jadi teringat oleh ucapan Zerah tadi Pagi.
"Kenapa Zer ?"
"Aku Pasti bakalan Rindu sama kamu" Entah kenapa pagi itu Zerah Merasa ingin Menatap Aline Berlama-lama.
"Maksud aku, Aku merasa lama Sekali Menunggu Sore buat ketemu kamu lagi"
Aline tidak pernah menyangka Kecelakaan akan menimpa Zerah, Selama ini Zerah selalu Berhati-hati saat Berkendara dengan Aline.
Aline Berlari menuju Receptionist Rumah sakit, ia ingin segera bertemu dengan Zerah, Ternyata di depan meja Receptionist Bang Jo sudah menyambut Aline dengan mimik Wajah yang sangat Khawatir.
" Ayo lin, ikut " ucap Bang Jo kemudian Berjalan di depan Aline dengan langkah Terburu-buru Menuju Ruang UGD Rumah Sakit tersebut, Aline Mengikuti Bang Jo dengan Pikiran dan hati yang Tidak tenang.
" Zerah kenapa Bang! " Ucap Aline Sedikit Berteriak Setelah sampai di Depan Ruang UGD yang Tertutup Rapat. berharap jawaban Jojo dapat menenangkan Hatinya yang sejak tadi tidak tenang.
Bang Jojo sendiri menatap mimik Wajah Aline cukup lama, terlihat raut Wajah yang Khawatir dari mata Aline, menimbang-nimbang apakah Aline harus tau ? " Tadi kata Orang yang Telepon gue Zerah di tabrak dari belakang, dan yang Nabrak itu Truck Pengangkut Barang, Zerah langsung Terlempar jauh dan ... Tidak sadarkan diri sampai Sekarang " Sejujurnya Jo tidak sampai hati menyampaikan kepada Aline, Namun ia tidak bisa berkata apa-apa Selain Mengucapkan Kejadian yang Sebenarnya,.. Jojo tidak Sanggup Menatap Aline kembali, Aline yang sudah ia anggap Sebagai Adiknya itu, Jojo memilih menatap Pintu Ruang UGD yang Tertutup, tempat Zerah Berbaring. Ia tidak sanggup Melihat Aline yang langsung Berlinangan Air Mata.
"BANG... ZERAH BAIK-BAIK AJA KAN !" Jojo hanya bisa diam Saja Mendengar Teriakan Aline. Aline Berharap sedikit saja kebohongan dari Bang Jojo untuk mengucapkan Zerah Baik-baik saja, setidaknya membuat hati Aline Sedikit Tenang, Namun Jojo hanya diam.
Aline Menangis Berlinangan Air Mata, Seluruh Tubuhnya Bergetar Hebat, Pikirannya Mengkhianati Aline, Selalu Memikirkan Kemungkinan Terburuk yang Terjadi dengan Zerah. Bang Jo yang melihat Aline tidak baik-baik saja langsung Merangkul Aline, Mengusap Pundak Aline Mencoba Menguatkan Aline dan dirinya Sendiri.
Disana tidak hanya ada Aline dan Jojo, Ada Adik-adik Zerah dan Mama dari Zerah bernama Melisa Zefanya. Melisa Pun Sama Seperti Aline ia tidak bisa Berfikir dengan baik, ia bertanya dalam Hatinya kenapa ini Semua terjadi kepadanya, Setelah kehilangan Suaminya Alex Pratama Axcelo ia tidak ingin kehilangan Putra Satu-satunya Zerah. Raymon pun ada disana Menyusul ia menjadi Orang terakhir yang datang setelah Jenny.
Detik-detik menjadi Menit kemudian Berganti menjadi Jam. Berjam-jam Aline Beserta Orang-orang yang menyayangi Zerah Menunggu di depan Pintu UGD. Setelah enam jam berlalu dengan keheningan dan tangis akhirnya Pintu Berwarna Putih itu terbuka beberapa Perawat keluar dari Pintu Berhamburan ke Tujuan Mereka Masing-masing. Sepasang Dokter & Suster Mendekat ke Arah Melisa ibunda Zerah.
"Keluarga Saudara Zerah Axelo ?" Ucap Dokter bername Tag Daniel itu
"Ya dokter, Saya ibunya" Ucap melisa Gugup mencoba Menenangkan Hati dan Pikirannya.
"Saudara Zerah baik-baik saja sampai Saat ini" Ucap Dokter Daniel, Seketika kami semua yang ada disana Menghembuskan Nafas, Sedikit Lega dengan Ucapan Sang Dokter.
"Namun Saudara Zerah Mengalami banyak Luka, dan Patah Tulang di Bagian kaki Sebelah kiri, Sepertinya Akibat Menahan Motor terlalu lama saat Kecelakaan"
" Kami Team Dokter dan Perawat akan Menunggu Pasien Siuman Terlebih dahulu lalu setelahnya kami akan Melakukan Computed tomography (CT) scan untuk Melihat apakah ada Pendarahan di bagian dalam Kepala saudara Zerah, Mengingat saudara Zerah Terbentur cukup keras Pada saat kecelakan, karena Jika terjadi Pendarahan di dalam kepala Saudara Zerah, akan berakibat Fatal untuk kedepannya " Lanjut Dokter Daniel
" Kami sangat Berharap yang Terbaik untuk Pasien..." Belum Selesai Dokter Daniel Berbicara Melisa memotong ucapannya lalu Meraih kedua telapak Dokter Daniel Menggenggamnya Seraya Memohon
" Dokter... Tolong lakukan yang Terbaik untuk anak saya" Ucap Melisa Menangis di hadapan Dokter Daniel, Dokter Daniel Menatapi Wanita di hadapannya ini dengan Rasa iba, ia sudah sering diperlakukan seperti ini oleh banyak Keluarga Pasien, bahkan tak jarang Sujut di dihadapannya. Dokter Daniel Sadar ia bukan Tuhan yang bisa menyembuhkan Semua Orang. namun melihat netra Mata Melisa entah mengapa membuatnya merasa harus menyembuhkan Zerah.
"Pasti akan Saya Lakukan" Kemudian Dokter Daniel Berlalu Bersama Suster yang mendampinginya.
Aline kembali Menangis mendengar Tutur kata Dokter Daniel tentang Keadaan Zerah, kenapa harus Zerah pikirnya. Jenny kembali memeluk Sahabatnya itu, berharap melalui Pelukan Jenny bisa Menyalurkan Energi baru untuk Aline.