Malam itu Aline Begitu kesal dengan Raymon, ya benar Raymon ! Padahal masih banyak hal yang ingin dia sampaikan kepada Zerah. Entah apa yang Terjadi antara dua Pria itu, Setiap Aline ingin Berbicara kepada Zerah, Raymon Selalu saja Menghalangi Aline dengan berbagai Cara. Sangat Menyebalkan!!!!!!
Bahkan tadi Zerah Ingin mengantar Aline Pulang, namun dihalangi oleh Raymon yang tiba-tiba menarik Aline ke Mobilnya tanpa Berucap apapun dan Mengantar Aline Pulang 'Dasar Cowok Rese'
Tanpa Pikir Panjang Aline menghubungi Zerah Sambil berbaring di tempat tidur, bodoh sekali Pikirnya kenapa Setelah menjauh dari Zerah ia baru ingat ada yang namanya Ponsel.
" hai,. kamu udh sampe ? "
" Udah daritadi kok "
" Mm... ada Apa ? Rasanya Seperti sudah bertahun-tahun aku gak denger suara kamu dari ponsel seperti ini " Jawab Zerah Sambil Tersenyum.
" iya Rasanya kayak udah lama banget ya, Kamu tau gak... Nama kamu Bahkan Selalu ada di Ruang Khusus hatiku, Jauh dari kamu Selama ini buat aku yakin sama Pilihan aku zerah, Aku jadi yakin kamu tuh Penting banget buat aku, Ayoo kita Lalui semua hal Bersama-sama, Aku gak mau lagi nunggu, Biar kita lalui semuanya, hadapi Semuanya Bersama ya?"
Zera Tersenyum Girang sambil mengacak-acak Rambut ikalnya, Sangkin senangnya ia Memukuli Kasur tempat ia berbaring Saat ini, sampai lupa kalau Aline masih Menunggu Jawabannya.
" Zer... Kamu masih denger aku kan ?"
" Eh... Iaaa hehehee Aku Seneng banget dengernya, Selama tiga bulan ini Sebenernya aku Juga Mencoba untuk Jauhin kamu, Aku mau tau Peran kamu di hari-hari aku, Apakah kamu 'Sepenting' itu buat aku, apa kamu berarti buat aku. Tapi ternyata gak bisa, Bulan Pertama aku udah Tahan-tahanin, Bulan kedua aku Mulai ngerti kamu tuh emang Penting buat aku lin, Bulan ketiga Aku udah gak tahan lagi Apalagi lihat kamu menangis Aku pengen banget Tarik terus Peluk kamu dan bilang 'Aku ada disini jangan nangis lagi' Jadinya gini deh aku jadi Stalker kamu Sebulan terakhir hehehe"
" Jadi kamu Stalking aku ya ? Gak nyangka yaa aku Sepenting itu buat kamu " Ucap Aline Manja " Pokoknya nanti ketemu aku mau di peluk sama cium yah " Aline Tersenyum Kegirangan
" Ia Jangankan Peluk, Cium diapain aja aku mau kok hehehe, aku kayaknya gak bisa nunggu sampe besok deh "
" Eh... Dasar Mesummm"
" Bercanda Sayang "
" Jadi ?"
" Jadi apa ? "
" Tolong dong ketidakpekaannya dikurangin " ucap Aline ngotot
" Kamu juga kebiasaan ngode Terus, jangan dibiasain ya, kalo ada yang mau kamu omongin bilang ke Aku dong Kepekaan aku Signalnya Masih 3G jadi agak lemot hehe "
" Sebel deh .... Maksud aku jadi Sekarang kita ba..li..kan ? " Ucap Alin Sangat Pelan di kata 'balikan' tentu Aja Zerah Mendengar walaupun kecil
" APA? "
" Ba..likan " ucap Aline cepat
" Hah ? Apaa ? Aku gak denger " Zerah menahan Tawanya
" Gak jadi males ah " Jawab Aline Sebal mematikan sambungan ponselnya kemudian Memejamkan matanya sambil Tersenyum Lebar
Rasanya melebihi jatuh Cinta ia Bahagia Sekali, Entah Aline Merasa Cintanya kepada Zerah malahan Bertambah melebihi Sebelumnya ....
Tok..tok.. tok
" Aline.. kamu udah Tidur sayang ? " Ucap Seseorang dibalik Pintu
" Belum ma " Sambil beranjak membuka Pintu
" Tumben malam-malam gini, ada apa mah ? "
" Ada tamu di depan, sana samperin mama mau tidur dulu ngantuk "
" Eh... Siapa mah ? "
"Liat aja Sendiri, udah ah mama ngantuk, jangan lupa kunci Rumah nanti kalo udh Selesai, Dasar yaa Anak Muda kayak gak ngerti ada besok aja " Mama Berlalu sambil Bergumam
Aline Keluar dari kamar Menuju Pintu depan, ia Penasaran Siapa yang Berkunjung malam-malam Begini. Sampai di depan dia melihat Punggung Pria yang tidak asing baginya, Mendengar Suara Langkah Pria itu Membalikan Badan, Tersenyum dan Melebarkan Tangannya namun Respon Aline hanya diam Keheranan.
" Kamu ngapain sih datang malem-malem " Ucapnya Galak
" Lhooo tadi yang Pengen di peluk siapa yaa ? Aku dateng jauh-jauh kok gak di Apresiasi sih "
Aline langsung Tersenyum Lebar dan Mendekat Perlahan. Zerah melebarkan tangannya menyambut gadis itu dan Memeluknya Erat lalu Mencium Kening Aline lama.
"I miss you a lot " Ucap Zerah " jadi kita Beneran balikan kan ? " Aline menganggukan kepalanya di d**a Zerah. Menghirup Aroma Tubuh favorite nya yang Selama ini ia Rindukan.
Zerah melepaskan pelukannya Perlahan, Kedua tangannya Bergerak Menuju Pipi Aline Lalu mencium Bibir manis Wanitanya itu, Menahan Kepala Aline dari belakang, Seakan tidak mau melepas Ciuman Kerinduan Mereka Setelah Sekian lama.
" nanti Papa Mama Lihat lho " ucap Aline mengingatkan Zerah.
" Biarin nanti aku bilang ini Permintaan Anaknya " jawab Zerah Melanjutkan ciumannya Yang sempat Terhenti akibat Ucapan Aline. Aline Tersenyum Bahagia, Akhirnya Mereka bisa kembali bersama lagi.