" Please jangan siksa aku terus lin... " " Apa kamu sudah membuka hatimu untuk Raymon ? "Apa masih ada Ruang di hati kamu buat aku ? " Ucap Zerah Pelan sambil mengalihkan Pandangannya dari Aline, sejujurnya dia tidak sanggup untuk mendengar Jawaban Aline ia sungguh Takut.
" Aku bukannya gak mau Serius sama kamu, Jauh di dalam hatiku aku hanya mau kamu yang jadi Masa depan aku, Aku butuh waktu lin, Aku belum punya apa-apa, Aku mau menikahi kamu Saat aku merasa Sudah PANTAS dan sudah bisa Bahagiain kamu " Ucap Zerah Pelan " Aku Butuh waktu kamu buat nunggu aku lin,..... Apa kamu mau Menunggu aku ? "
Air mata Aline Jatuh tanpa bisa dia kendalikan, Bibirnya kelu tidak bisa Menggerakan dan Mengeluarkan Suara, padahal iaa ingin sekali menjawab semua Pertanyaan Zerah.
Aline semakin Terisak, Kemudian Zerah Menarik Kursinya lebih dekat ke Aline lalu menghapus Air mata Kekasih hatinya itu dengan lembut di Wajah cantik Aline
" Maaf.... aku janji ini akan jadi Air mata Pertama dan Terakhir kamu " Ucap Zerah lembut sambil menghapus Air mata Aline Dengan jari-jarinya Pelan " Dulu Sebelum mendapatkan kamu Aku janji sama diriku sendiri gak akan Pernah buat kamu menagis, karena aku Sayang sama kamu, aku mau melihat Senyum kamu Setiap hari. Tapi ternyata aku ingkari janji itu " ucapnya sedih
" lin, kamu gak harus Jawab semua Pertanyaan aku, Saat kamu mulai Tenang kamu boleh jawab Kapanpun kamu bisa Hubungi Aku... Satu lagi, Apa aku boleh minta Sesuatu ? " Aline hanya menganggukan kepalanya sambil Menahan tangisnya yang Tumpah terus menerus dengan beberapa Tissue.
" Boleh aku Peluk kamu? " Aline Langsung Memeluk Zerah dengan Erat dan kembali Terisak, Mengirup Aroma tubuh Zerah sedalam-dalamnya, mengumpulkan Aroma Tubuh Pria yang selama ini ia Rindukan.
" Zerah, kita bisa sama-sama berjuang aku gak minta harus kamu yang berjuang Sendiri, Menikah itu kan bukan hanya kamu aja, aku juga punya peran Penting, kalo kamu nunggu sampai PANTAS, mau sampe kamu Jadi jutawan ? Berapa lama ? Aku keburu tua. Mending aku sama Raymon, kalo nunggu kamu keburu Hilang selera" Jawab Aline meledek " Lagian aku juga salah ngak ngomong dari hati ke hati sama kamu, omongan mamah sama Papa aku telelen mentah-mentah malah bikin aku jadi negative Thinking Mengira kamu gak Serius sama aku " lanjut Aline panjang Lebar
" Ehem ... Em kalian lagi ngapain ? Peluk pelukan segala ... Aline kamu kenapa kok Nagis ? " Raymon mendekati Aline Panik " kamu jatoh ? Sakit dimana ? " Seketika Raymon berlutut menatap Sekeliling kaki Aline mengamati"
" Gue gak papa Ray " jawab Aline Risih dengan tingkah Raymon
Zerah langsung menghalangi Raymon melanjutkan Aksinya menarik dan mendudukan di sisi kirinya " Aline gak papa, tadi gue udah Urus dia jadi sekarang dia baik-baik aja " Ucap Zerah Tegas membuat kecanggungan Terjadi diantara merek bertiga.
Mengabaikan tidakan Zerah Raymon mendekatkan diri ke hadapan Aline, Menghapus sisa-sisa Air mata dengan Tissue yang ada di atas Meja, Menatap Aline dalam Seakan Mencari tau apa yang membuat gadis yang akhir-akhir ini mewarnai Harinya Bersedih.
" Loe beneran gak papa lin "
" Ia gue gak papa kok Ray " Ucap Aline Serak
" Serius ? " Ucap Ray tidak yakin. Aline hanya mengangguk dan Beranjak Berdiri " gue ke toilet dulu" Ucap Aline lalu berlalu Pergi Sambil berlari kecil mencari Toilet
" Aline pacar gue " Ucap Zerah ketus ke Arah Raymon, setelah Aline menghilang.
" Bukannya kemarin lo cerita udah Putus ? Mantan, lo mantannya bukan Pacarnya sekarang"
Zerah hanya diam tanpa menjawab ucapan Raymon, ya memang Benar dia hanya 'mantan' Aline
" Gue gak peduli dia mau Mantan lo atau mantan Jo sekalipun, gue suka sama dia. Gue harap Persahabatan kita gak Rusak hanya karena Cewek.. dan kita bisa Bersaing secara Sehat " jawab Raymon santai.
Sekembalinya Aline, Jenny dan bang Jo Sudah datang sepertinya Jenny memang tidak tau kejadian tadi. Aline Bernafas Lega setidaknya sampai Pulang nanti dia masih merasa aman tanpa ada Rasa canggung Akibat Zerah dan Ray.
Melihat Aline datang seketika Raymon menghampiri Aline lalu menuntunnya duduk disampingnya tanpa berbicara, Aline hanya menurut mengikuti Ray. Sekilas dia melihat Zerah dan Ray melemparkan tatapan tajam.
'Kenapa sih' Ucap Aline dalam hati