Untuk mengembalikan mood ku akan lebih baik jika diriku segera mengalihkan tema. Aku ingin mengorek kisah pribadinya Saka Nagara, walaupun sebenarnya juga tidak mudah membuat mulut cowok itu terbuka dengan pribadinya. Mau bagaimana lagi karena ini adalah satu-satunya jalan agar Saka Nagara tidak lagi membahas Gadis ataupun Haveda. Aku berusaha menjaga kestabilan emosi, jangan sampai menjadi umban yang terpancing kail Saka Nagara. "Hiranya kenapa kamu maksain aku curhat, kan aku gak ada bahan curhat,"ucap Saka. "Ayok dong cerita tentang pacar kamu. Jadi kita bisa ganti pembahasan yang lebih seru," ucapku pada Saka Nagara. Aku berusaha untuk ramah dan antusias untuk membuat kaum Adam ini buka suara. "Aku lagi gak ingin bercerita tentang diriku. Apa yang mesti aku ceritakan, aku aja belum

