Semenjak kehadiran Akbar di tengah keluarga Widya yang sudah belasan tahun hidup dengan damai, seakan membuka luka lama. Widya merasa begitu tidak tenang. Karena kedekatan Evan dan Akbar. Widya pun tidak mengetahui bagaimana kabar Akbar dan keluarganya. Ada rasa ingin mengetahui hal itu. Namun di sisi lain Widya juga enggan ikut campur dalam urusan rumah tangga orang lain. Widya terus saja melamun semenjak kehadiran Akbar. Seperti pagi ini ketika Widya sedang yang menggoreng pastel. Dia justru melamun dan lupa untuk membalik pastel yang sedang digoreng di atas wajan. Evan yang tengah bersiap untuk mengantar kue buatan Widya ke warung tetangga. Mencium aroma gosong dari dalam kamarnya. Dia pun berlari ke arah dapur. “Ma?” Evan keluar dari kamar sembari mengancing baju seragamnya. “Ma, b

