Evan yang menerima kekalahannya malam ini tengah duduk menikmati udara malam di depan teras rumahnya. Ia menghirup udara yang terasa begitu menyejukkan sanubarinya. Mulai merenungi segala sesuatu yang tengah dihadapinya saat ini. ‘Mungkin memang sudah saatnya aku fokus sama sekolahku. Soalnya Mama teh pernah berpesan. Kalau Mama kepingin aku lulus dengan nilai yang terbaik. Dua kali menang dua kali kalah. Sedangkan kesempatan untuk balapan tinggal dua seri lagi. Rasanya berat untuk meraih juara umum. Tapi aku juga nggak mau menyerah sebelum berjuang,' ucapan Evan dalam hatinya seakan didengar oleh situasi malam itu. Berteman semilir angin dan kabut yang mulai turun menyelimuti wilayah desa tempat tinggal Evan. Evan merapatkan jaketnya ketika angin yang bertiup sedikit kencang. Dalam kese

