Pergi

1006 Words
Jangan lupa Vote Dan jangan lupa love nya. Jadilah readers yang bijak dan jangan jadi silent readers. **** Beberapa kali, silau matahari mencoba untuk mengusik tidur ku yang nyaman. Entah apa yang membuat ku untuk malas membuka mata, karena merasa nyaman seperti dalam pelukan seseorang. Mengingat kata 'pelukan ' membuat ku terjengak dan merasa sadar ada lengan kekar yang melingkari pinggang ramping ku. Oh tuhan. Aku terlalu takut untuk menerima kenyataan. Berulang kali menghembuskan nafas, ketakutan kembali nyata melihat Devian sedang tertidur lelap tanpa busana. Air mata ku mengalir deras melihat ini semua. Dengan kasar, aku menyibak selimut putih itu untuk memakainya. Tidak peduli jika pria ini akan kedinginan. Saat berada dikamar sebelah, aku memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Setelah itu, baru membereskan semua pakaian untuk dimasukan kedalam koper. Ya, kabur dari pria b******k ini lebih menyenangkan ketimbang berada satu rumah dengan nya. Mungkin aku terlalu lebay, tetapi ini sangat menyakitkan. Dia melakukan ini pada ku, tetapi memanggil nama wanita lain. Saat semuanya selesai, dengan langkah lebar aku meninggali rumah besar yang terasa sepi bagi siapa saja yang berada didalam nya. Dengan menggeret koper bewarna pink, aku memanggil taksi untuk mengantarkan keterminal. Tujuan ku adalah kembali kedesa bersama keluarga. Terdengar kekanakan memang, tapi ini semua salah. Aku seharusnya tidak bepura-pura bahagia didepan orangtua ku sendiri. Pernikahan ini mungkin harus selesai sampai disini. Baik Devian maupun aku, sama-sama tidak saling mencintai. Tapi aku sudah mulai ada rasa padanya, entah kapan itu yang pasti, aku ingin orang yang kusukai bahagia dengan pilihannya walaupun tidak bersama ku. **** Devian POV Deringan yang sangat memekak kan telinga, membuat ku emosi ketika harus terbangun karena itu. Dalam keadaan setengah sadar, aku menjawab panggilan agar benda itu tidak lagi berbunyi. " DEVIAN!"  teriak dari seberang sana membuatku menjauhkan ponsel dari telinga. " Bisakah kau tidak berteriak?! Ini masih pagi." " pagi?? C'mon men! Ini bahkan sudah jam 10. Dan kau! Tidak masuk kerja! " " Jangan bercanda denganku Peter. " " Ck. Aku tidak bercanda! " Dengan malas, mataku melirik jam yang berada diponsel. Seketika mataku melebar melihat jam yang ditampilkan dilayar. Shit! Dalam keadaan berlari untuk masuk kekamar mandi tanpa memperdulikan panggilan yang masih tersambung karena Peter yang berteriak-teriak tidak terima atas keterlambatan ku. Peter terlalu lebay menurutku, disini akulah yang menjadi CEOnya, dia hanya sekedar sekretaris yang selalu mengikuti ku kemana-mana. Tidak sampai sepuluh menit, aku sudah berpakaian rapi dan menuruni tangga sambil berlari. Keadaan rumah sepi tidak biasanya. Apalagi melihat meja makan tidak terisi apa-apa. Pikiran ku bertanya-tanya, kemana gadis itu. Biasanya ,meja akan penuh dengan makanan yang dimasak oleh nya. Tidak terlalu memikirkan nya karena saat ini aku sudah sangat terlambat,karena ada meeting hari ini. Setelah mengunci pintu rumah, mungkin gadis itu sedang kemarket, aku melajukan mobil dengan kecepatan tinggi membelah jalanan Ibukota yang untung saja sedang sepi. Sesampainya di perusahaan JD Maternity, aku melangkah lebar menyusuri gedung megah ini. Banyak tatapan heran dari mereka,dan ada juga yang menunduk hormat karena aku menampilkan wajah dingin. Ketika berada dilantai paling atas, Peter sedang berdiri didepan pintu sambil memegang setumpuk buku tebal yang kuyakini adalah jadwal metting perusahaan. " Wajah mu terlalu kusut. " celutuk ku sambil membuka pintu bertulisan ROOM DJD. " Ck! Seenaknya melewati ku begitu saja tanpa ada rasa bersalah." " Untuk apa merasa bersalah padamu? " jawab ku ketika sudah duduk dikursi kebanggaan. " Karena aku harus mengundur jadwal meeting untuk mu yang sedang enak-enak tidur bersama istri tercinta. " " Apa yang sedang kau pikirkan? " tanyaku tidak suka. Padahal dia tau siapa wanita yang kucintai. " Sudahlah Devian. Jangan terlalu dipikirkan, relakan Arleta karena sudah memutus hubungan nya denganmu. " " Apa maksud mu Peter ? " " Jangan pura-pura lupa Dev. Bahkan aku masih ingat, kau minum beberapa botol sampai ksong. " Alis ku bertautan mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Sampai akhirnya, Flasback ... resto Gerald's " hay honey " sapa ku ketika duduk disampingnya. " Kau baru sampai? " tanya nya. Aku mengangguk, tadi sebelum bertemu dengan Arleta, aku sedang berkumpul dirumah bersama Mama,papa juga Ferisha. " Kau bahkan janji bertemu pukul 4 sore. " " Maafkan aku. " " Aku sudah menunggu mu satu jam seperti orang gila duduk sendiri saja. " Aku menggenggam tangan nya, " maaf." " Kau pasti bersama istri mu itu kan? " Dia melepaskan tangan ku. " Mama dan papa berkunjung kerumah. " jawab ku pelan,takut jika menyinggung hatinya. " Dev. Aku ingin berbicara serius dengan mu. " Arleta menatap mataku serius. Alih-alih membuat ketakukan pada diriku karena selama pacaran dengan nya, Arleta tidak pernah menatapku serius. Bahkan saat aku menolak nya untuk menjadi model. " Aku ingin kita putus. " Jleb. Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Tangan ku mulai mengeluarkan keringat dingin. " Kau bercanda? " ulangku memastikan dia hanya bercanda. " Aku serius Devian. " " Tapi kenapa? Apa kau tidak suka jika aku menikah? " " Kau tau itu. " Aku menggeleng, bagiku ini adalah keputusan yang salah. Aku selalu mengerti saat dia sibuk sebagai model, aku juga mengerti, dia selalu menolak ajakan ku untuk dinner berdua. Tetapi Arleta tidak mengerti untuk menunggu pernikahan ini berakhir padahal dia mengetahui jika aku dijodohkan. " Aku hanya ingin mengatakan itu Dev. Saat ini kita tidak ada hubungan apa lagi, jadi kau tidak perlu mengantar ku pulang seperti biasanya " Setelah berucap yang menyakiti hatiku, Arleta pergi begitu saja. Sedangkan aku, masih mencoba mencerna apa yang terjadi saat ini. Flasback of " s**t! Setelah itu aku pergi ke club..." " Ya aku tau itu, karena saat itu kau meminta ku untuk mengawasi. " " Peter, kau tau apa yang terjadi sesudahnya? " tanya ku pada Peter, karena aku benar-benar lupa apa yang terjadi semalam. " Aku hanya melihat mu pulang kerumah." " Setelah itu??? " " I don't know. Aku tidak sampai kerumah untuk mengawasi mu. " ledek Peter. " Sudahlah lupakan, apa yang terjadi, kan dia istri mu. Sekarang kau bersiap-siap, lima menit lagi kita akan mengadakan rapat. " **** Tap lovenya cinta. Tap votenya sayang. Follow i********: untuk mengetahui perkembangan cerita indahrianilidya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD