"Kak, pulanglah. Aku telah membersihkan kamarmu," kini Lexsi maju dan bersikap sangat manis, membuat Aldric tersenyum puas. "Oh, kau juga?" tanya Ellina dingin. "Hal apa yang kau siapkan di dalam kamarku? Apakah itu penuh dengan paku kecil agar melukai kakiku saat berjalan? Atau kau telah merencanakan sesuatuyang lebih besar? kino aku jadi penesaran," jawab Ellina dengan senyum dingin. "Ellina," ujar Aldric dan Vania bersamaan. Tatapan Ellina beralih pada Aldric dan Vania. Satu tangannya menegang kuat meremas tas yang bergantung di pundaknya. "Maaf, tapi aku tak memiliki keluarga," ujarnya sambil berlalu. "Tapi kak," kejar Lexsi. Tangannya menarik satu tangan Ellina kuat dan menahannya agar Ellina tidak pergi. Dia jelas bisa melihat bagaimana kulit Ellina mulai memerah di

