18. pindahkanbarangku ke apartemennya.

2186 Words

Kenzie  menatap semua bawahannya yang tampak sangat ketakutan. Ekspresi datarnya terlihat kian dingin saat mata tajamnya meneliti setiap karyawan satu per satu. Sosoknya yang tengah duduk di atas kursi dengan satu kaki di tumpukan pada satu kaki lainnya membuat ssosok tampannya terlihat seprti raja dalam cerita fantasy. "Jadi tak ada yang bisa kau dapatkan?" tanyanya lirih. Bellen Athena Avarista, peretas terbaik yang dimiliki perusahaannya terlihat enggan. "Ceo Ken, ini sangat tidak mudah. Keamanan perusahaan Agate tidak dapat diretas hinga tak ada satupun informasi yang kita dapatkan." "Tuan muda," ujar Lander mengambil alih. Dia menatap Bellen dan membri isyarat agar Bellen berhenti bicara. "Tuan, kurasa kita tak perlu bertindak sampai sejauh itu. Mungkin terdengar eneh,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD