Ando menarik nafas berat usai pamit pada panitia penyelenggara. Ia berjalan gamang menuju parkiran. Haaah. Sebenarnya, hatinya kacau sekarang. Terlebih saat melihat gadis itu lagi. Belum lagi dengan pertanyaannya tadi. Namun ikrar itu memang tumbuh dalam hati. Walau matanya berkaca-kaca kini. Allah...tadi, ia tak sengaja berjanji pada-Mu. Bila ada seorang perempuan yang membuatnya jatuh cinta dan perempuan itu juga jatuh cinta padanya, maka ia akan melamarnya. Itu bukan sekedar kata-kata ya Allah. Tapi itu adalah janji. Karena cinta baginya, diyakini oleh hati. Karena cinta baginya, diucapkan dengan lisan. Karena cinta baginya, dibuktikan dengan perbuatan. Itu yang meyakininya hingga tanpa sadar menjawab pertanyaan itu dengan amat jujur. Jawaban yang sekaligus menyiratkan harapan pada gad

