Mencintaimu Begitu dalam

1058 Words
Setelah perkenalan CEO telah selesai seluruh petinggi perusahaan bergegas untuk meninggalkan ruang Aula tersebut.. Sementara menunggu giliran untuk keluar dari ruangan itu Nayla yang juga sedang bersama dengan Ami di hampiri oleh Tom AsPri Nya Leo. Nayla yang tidak menyadari kedatangan Tom, asik bersenda gurau dengan Ami.. Sementara Ami sendiri yang melihat kedatangan Tom merasa heran, pasalnya sebelumnya Tom tidak pernah untuk mendatangi karyawan kantor karena dari yang Ami lihat pria itu hanya akan berada di sekitar atasannya.. "Nona Nayla"Sapa Tom.. Mendengar namanya di sebut sontak saja membuat nayla mendongakkan kepalanya dan menatap orang yang ada di depannya saat ini. "Ya, ada apa?" tanya Nayla penasaran dengan maksud dan tujuan Tom memanggilnya. "Nona, di tunggu di ruang CEO". jawab Tom singkat.. Pernyataan Tom sontak membuat kernyitan terlihat di dahi Nayla. Nayla bingung ada apa CEO nya memanggilnya ke ruangannya, apakah ada yang salah dengan pekerjaannya atau ada penyebab lain yang mengharuskan dirinya di panggil. "baik saya segera ke sana" jawab Nayla tanpa bertanya apa maksud dirinya di panggil. "Mi, gue ke ruangan CEO dulu yah" kata Nayla berpamitan. Sementara ami sendiri hanya bisa mengangguk sebagai jawaban.. Meski rasa penasaran akan apa penyebab Nayla di panggil.. Namun rasa penasaran itu di tahan oleh Ami toh nanti pasti dia akan menanyakan hal itu pada Nayla bila sudah berada di ruangan mereka.. "Mari ikut saya nona Nayla" Kata Tom seraya berjalan ke ruang CEO.. Dalam perjalanan, nayla bertanya-tanya ada apa sebenarnya.. segala hal mencoba diingat nya, apakah hari ini dia melakukan kesalahan? tapi semakin dia memikirkan mala semakin membuat dia yakin kalau hari ini dia tidak membuat kesalahan.. Lamunan Nayla buyar ketika mereka telah sampai di depan pintu ruangan yang bertuliskan CEO.. Nayla di persilahkan masuk oleh Tom setelah mengetuk pintu ruangan teresebut.. Di tengah ruangan yang di desain dengan interior serba putih itu,, Leo duduk di kursi kebesaran miliknya sambil memainkan handphonenya.. "Selamat siang pak" sapa Nayla yang hanya mendapatkan lirikan tajam oleh pria di depannya.. Tidak ada raut takut yang di tunjukan oleh Nayla, yang ada hanya wajah datar yang seolah semua baik-baik saja. Pada kenyataannya, di dalam hati Nayla sangat merasa gugup, karena ini adalah kali pertama mereka berinteraksi secara langsung. Meski sempat beberapa kali bertemu tapi pada nyatanya mereka tidak pernah bicara atau semacamnya.. semua berlangsung layaknya orang asing pada umumnya.. Kali ini suasananya cukup mencekam bagi Nayla tapi tidak bagi Pria itu. Leo memperlihatkan wajah tenang namun penuh intimidasi.. Entah apa yang mendasari lelaki itu memanggil Nayla ke ruangannya. "Long Time No See Nayla Cassandra Lee" Sapa Leo dengan sinis terlihat jelas di wajahnya.. "rupanya kau sangat menikmati hidupmu,, ahk apa aku telah melewatkan beberapa hal?" Pernyataan Leo membuat Nayla bingung akan apa maksud dari pria itu.. "Maksud Anda apa? Maaf saya tidak mengerti" tanya Nayla dengan kerutan tercetak jelas di dahinya.. Mendengar kalimat anda dan saya yang di gunakan Nayla terhadapnya membuat Leo merasa seperti di siram bensin yang siap membakarnya... Entah apa yang salah dengan kalimat dari Nayla.. "ck,,w************n" gumam Leo.. Seketika wajah Nayla menjadi merah padam, kalimat yang di lontarkan kepadanya sungguh sangat tidak bisa di terima oleh nayla... Nayla sendiri tidak tau kenapa Leo bisa bicara seperti itu padanya.. Bila di pikir kembali, bukankah harusnya Naylalah yang harus marah? kenapa mala sebaliknya.. "Maksud anda apa bilang saya w************n? Anda pikir anda siapa pantas men judge saya seperti itu.. Jangan karena anda adalah seorang CEO di tempat saya bekerja hingga mengharuskan anda untuk seenaknya bicara kasar terhadap saya. Memangnya saya sudah berbuat salah apa hingga anda menyebut saya seperti itu? serentetan pernyataan dan pertanyaan yang Nayla lontarkan dengan tegas namun tetap dengan nada yang sopan,, sebisa mungkin Nayla menjaga jangan sampai emosi nya meledak.. "Oh rupanya selama sepuluh tahun ini kau tidak pernah menyadarinya atau pura-pura tidak mengingatnya" Mendengar waktu sepuluh tahun yang di katakan Leo berarti ini adalah menyangkut masa lalu di antara mereka, bukan menyangkut urusan kantor.. "Baik,,, jika kamu membahas tentang sepuluh tahun terakhir itu artinya kamu ingin membahas masa lalu kita? Katakan jika aku salah? tanya Nayla meyakinkan.. "hahaha" tawa Leo yang membuat Nayla merasa Heran dengan tingkah pria itu.. Seketika tawa Leo berhenti, Pria itu mengambil remot yang ada di atas meja.. Leo menekan tombol yang berfungsi untuk mengunci pintu dan menutup jendela dengan tirai berwarna gelap agar tidak ada yang bisa melihat interaksi antara mereka dari luar. Hal itu sontak membuat Nayla melotot ke arah Leo.. entah apa yang akan di lakukan pria itu.. "Apa yang ini kamu inginkan Leo" tanya Nayla dengan bahasa yang sudah tidak seformal tadi. "kenapa? kamu takut?" tanya Leo sambil berjalan mendekati Nayla. sontak Nayla menghindar dengan perlahan-lahan mundur.. hingga kakinya menabrak sofa yang ada di belakangnya dan nayla terduduk diam di sana.. "sebenarnya apa yang kau inginkan dariku?" tanya nayla lagi karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari Leo. "ck, kamu pikir aku akan menyentuh tubuhmu yang kotor itu? jangan terlalu percaya diri nona Nayla" hinaan demi hinaan di layangkan penuh pada Nayla yang tak tau apapun.. hal itu cukup membuat nayla sakit dan kecewa di saat yang bersamaan.. Air mata mengalir deras di pelupuk matanya, jarinya saling meremas hingga menyisakan tanda merah. hati nya begitu sakit dengan hinaan itu.. Nayla mendongak dan menatap mata tajam itu,, air mata tak henti-hentinya mengalir dari mata indah Nayla yang kini terlihat sendu.. "Bagaimana bisa aku pernah sangat mencinta orang yang bermulut pedas seperti mu" ucap nayla tenang namun tak menghentikan tangisnya. "Aku menyesal pernah sangat mencintaimu begitu dalam dulu, bahkan sampai saat ini.. sungguh aku sangat menyesal" sambung nayla lirih.. "hahaha, kau sangat munafik Nayla,,," tawa itu kembali membahana di seluruh ruangan itu.. "kau pikir aku percaya semua omong kosong mu itu hah" bentak Leo seraya mencengkram kuat dagu Nayla yang menyebabkan Nayla merintih kesakitan. "Aku,, aku yang seharusnya menyesal pernah mencintaimu dengan sangat Nayla,, kamu sudah membuat kesalahan besar dengan mengkhianati hubungan kita" sambung Leo dengan suara yang tidak di turunkan sama sekali dan posisi yang masih mencengkram dagu Nayla semakin kuat. "Leo, sungguh aku tidak tau apa maksudmu,,, dan tunggu siapa yang mengkhianatimu? aku tidak pernah mengkhianati hubungan kita dulu...Bukankah mala kamu sebaliknya yang mengkhianati ku" Balas nayla tak kalah sengitnya. "Apa maksudmu Nayla? jangan memutarbalikkan fakta bahwa aku yang mengkhianati hubungan kita." desis Leo penuh amarah.. "Kau.. kau yang berselingkuh di belakangku, aku sendiri yang melihatmu berciuman dengan Lisa saat hari kelulusan kita" jawab nayla dengan nada kecewa.. Deg
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD