Pertemuan

816 Words
Setelah drama yang terjadi di ruang makan keluarga Nayla. kini disinilah gadis itu berdiri, di depan gedung pencakar langit yang memiliki bangunan lima belas lantai itu. sudah dua tahun terakhir ini gadis itu menghabiskan waktu dengan terus bekerja di perusahaan itu.. sudah cukup lama hingga nayla sendiri menduduki posisi sebagai Manager.. selain memiliki sikap pemimpin yang tegas nayla juga mempunyai keahlian dalam bidang desain arsitektur.. untuk itu Nayla menjadi salah satu orang yang di perhitungkan di perusahaan ini. Di Lobi kantor semua mata tertuju pada gadis yang berjalan dengan langkah tegas namun tetap terlihat anggun, body ramping, kulit putih bersih, wajah tirus dan hidung mancung serta tinggi badan yang ideal membuat semua orang terpanah menatapnya terlebih para pria, yang menatapnya penuh kekaguman. Dia Nayla.. Nayla Cassandra Lee ketika melewati lobi setiap yang berpapasan pasti akan memberi hormat jika jabatannya berada di bawah Nayla, namun jika jabatan nayla lebih rendah dia tidak akan sungkan untuk memberi hormat pada mereka.. Jika di keluarga Lee Nayla di kenal dengan sosok yang periang, maka berbeda dengan ketika dia berada di lingkungan pekerjaannya,, Nayla akan berubah jadi wanita yang dingin namun tetap berwibawa dengan citra baik menempel padanya. Meski begitu tidak sembarangan orang yang bisa mendekatkan dirinya pada Nayla, karena Nayla sendiri membangun tembok pemisah yang begitu kokoh. Ketika sampai di ruangannya Nayla di sambut dengan rentetan pekerjaan dari sekretarisnya.. "Selamat pagi bu" "Selamat pagi, Apa jadwal saya hari ini Hanna? Hanna adalah sekretarisnya Nayla yang sudah bekerja dengannya selama satu tahun terakhir ini. "Pagi ini jam sembilan ibu memiliki rapat dengan divisi perencanaan pukul sebelas nanti ada penandatangan kontrak sekaligus makan siang dengan PT Adi Cipta Persada di Restoran A" tutur Hanna "Baik,kamu boleh kembali berkerja" perintah tegas nayla "baik saya permisi bu" pamit hannah yang hanya mendapat anggukan singkat dari sang bos.. ...... Waktu berlalu begitu cepat, setelah menyelesaikan rapat yang memberikan hasil yang maksimal saat ini Nayla berada di dalam ruangannya sambil memainkan Handphone mengecek email yang masuk. Tok Tok "Masuk" "Bu, setengah jam lagi ada pertemuan sekaligus makan siang dengan PT Adi Cipta Persada" ucap Hanna mengingatkan jadwal yang telah tersusun. "Ok, kita berangkat sekarang saja takutnya macet" jawab nayla seraya bangkit dari kursi nya dan berlalu keluar menuju restoran yang di tuju.. "Baik bu,," Setibanya di restoran, Nayla mengedarkan pandangannya mencari nomor meja yang telah di reservasi oleh rekan bisnisnya, setelah menemukannya nayla menuju meja tersebut. "Selamat Siang Pak Lucas maaf telah membuat anda menunggu lama" "Ahk bu Sandra tidak apa-apa, saya juga baru saja sampai.. oh iya perkenalkan ini istri saya Regina" "Nayla Cassandra Lee, panggil saja sandra bu" Ya, jika di rumah Nayla akan tetap di panggil dengan sebutan Nayla, maka berbeda jika nayla di lingkungan pekerjaan,, di kantor dan rekan bisnisnya Nayla di kenal dengan nama Sandra.. "Dan ini sekretaris saya Hanna" "saya Regina, jangan panggil ibu panggil saja tante gina"ucap bu gina dengan senyum mengembang "oh baik tante gina" waktu berlalu "Terima kasih pak Lucas atas waktunya, semoga kerja sama kita bisa berjalan dengan lancar sampai waktunya selesai" ucap Nayla sambil menjabat tangan tuan Lucas.. "Terima kasih juga bu Sandra sudah mau bekerja sama dengan perusahaan saya" "Semoga kita bisa ketemu lagi yah nak sandra"sambung ibu gina yang juga menjabat tangan Nayla. "Semoga saja tante, kalau begitu saya permisi dulu,, selamat siang".. Ketika hendak keluar dari restoran tersebut tiba-tiba Nayla bertabrakan dengan seorang pelayan yang membawa minuman, alhasil baju yang di kenakan Nayla basah.. "Maafkan saya bu, saya tidak sengaja, saya mohon maafkan saya" raut ketakutan terlihat di wajah pelayan itu karena mengira ia akan di marahi habis-habisan dengan orang yang sudah ia tabrak.. "nggak apa-apa, lain kali hati-hati" ucap nayla tanpa memperpanjang masalah.. "ibu tidak apa-apa?" tanya hanna khawatir "nggak apa-apa, kamu langsung ke mobil aja saya mau ke toilet sebentar" jawab nayla seraya berjala ke toilet.. Sesampainya di toilet Nayla segera mengeringkan bajunya yang basah sambil menghembuskan nafas berat.. entah mengapa ia merasa hari ini begitu berat untuk ia lalu.. selesai membersihkan Nayla bergegas keluar toilet untuk menuju mobil.. Namun lagi-lagi kesialan menghampirinya,, karena terlalu sibuk mengatur bajunya nayla menjadi tidak fokus menatap ke depan yang membuat ia mala menabrak seseorang dan membuat nayla menjatuhkan tasnya kelantai.. "Ya ampun apalagi sih ini" suara nayla tertahan karena emosi sambil membungkukkan badannya meraih tas tangannya yang saat ini berada di lantai.. "Lain kali kalau jalan hati-hati dong,, punya mata nggak sih" ucap seseorang itu.. Mendengar kalimat itu,, Nayla menyadari bahwa yang ia tabrak adalah seorang wanita...Nayla memejamkan mata sejenak sebelum berdiri dan meminta maaf.. Namun sebelum ucapan maaf itu keluar dari mulutnya, tubuhnya menegang seketika saat menyadari siapa orang yang ternyata dia tabrak barusan.. "Wahh Long time no see Nay.." ucap wanita itu.. Melihat tidak ada respon dari Nayla, wanita itu menunjukan senyum smirk nya.. "Lisa ini pesanan kamu" mendengar suara itu seketika Nayla berbalik badan dan menatap asal suara itu.. betapa terkejutnya ia mendapati bahwa orang itu adalah LEONARD AXTON.. Leo...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD