Pagi ini di sebuah kamar yang berukuran besar dengan nuansa peach itu, seorang gadis cantik yang baru selesai mematut dirinya di depan cermin tersenyum samar, ada sebuah luka yang terukir di balik senyum itu yang selama ini coba ia sembunyikan dari semua orang.
NAYLA POV
Hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya, aku mencoba untuk terlihat kuat dan tersenyum meski terkadang senyum itu tidak sampai di mataku.
selesai sudah aku merias diri di depan cermin kesayanganku, kubawah kaki ku melangkah untuk turun ke ruang makan karena semua keluarga besarku telah menunggu untuk sarapan. Tidak lupa juga aku membawa seluruh perlengkapan kerjaku, ku kalungkan ID Card di leherku sebagai identitas ku bekerja di perusahaan.
Perlahan kakiku melangkah menuruni anak tangga sambil memperhatikan pemandangan yang ada di meja makan.
seluruh keluarga berkumpul di sana dengan di selingi tawa canda sebelum memulai sarapan..
ya, keluargaku adalah keluarga yang hangat tidak ada peraturan tegas seperti kebanyakan keluarga saat di meja makan.
tanpa terasa sudut bibirku terangkat membentuk garis senyuman memandangi mereka..
Namun seketika senyumku di patahkan dengan perasaan sendu, akankah aku bisa merasakan kebahagiaan seperti orang tua dan kedua kakakku yang memiliki cinta.
pertanyaan itu selalu berputar-putar di kepalaku.
Akankah
akankah
akankah
dan akankah..
"Nayla sayang ayo cepat sini sarapan"
seketika itu lamunanku buyar mendengar suara lembut malaikat tanpa sayap yang memanggilku, yah suara itu adalah suara
Carina Lee My Mom.
senyumku melebar saat kakiku sampai di meja makan itu.
"Hy ponakannya aunty yang cantik"
sapa ku pada keponakan ku, anaknya kak Natan yang saat ini berusia 5 tahun.
"hy aunty, sini duduk samping ica saja aunty, ica mau di suapin sama aunty"
"hmm maaf yah ica sayang aunty hari ini nggak bisa suapin ica, soalnya aunty harus buru-buru ke kantor harus kerja"
ucapku dengan menyesal karena tidak bisa mengabulkan keinginannya.
"ya padahal hari ini ica pengen di suapin sama aunty Nay"
balas ica dengan raut wajah yang di buat-buah sedih.
"sayang, nanti kalau aunty nggak sibuk pasti aunty suapin ica kok,, sekarang kan aunty nay harus kerja.. ica jangan sedih yah" kataku sambil berjongkok di depan ica dan mencoba memberi pengertian pada gadis kecil itu.
"aunty nay benar sayang.. sudah sini bisa mami yang suapin ica yah"
kali ini adalah suara kakak ipar ku bella, wah coba lihat kakak iparku memang sangat pengertian.
"Yah sudah kalau gitu nay pergi dulu ya Mom Dad Kak.."
ucapku seraya mencomot roti yang ada di atas meja.
"Nay kamu nggak sarapan dulu,,?"
tanya Daddy akhirnya bersuara juga..
"nggak usa dad, nay ada meeting nanti takutnya telat"
"hm" hanya deheman singkat yang keluar dari mulut daddy,,sebenarnya aku sendiri tau kalau daddy tidak mau aku bekerja di perusahaan lain tapi apa boleh buat keahlianku tidak cocok dengan perusahan yang daddy punya.
"Lagian kamu juga kenapa sih nggak mau kerja aja di kantornya daddy? Mala kerja di kantor lain, akhirnya kan jadi sibuk sekali begitu... coba saja kalau di kantor daddy atau di kantor kakak kamu pasti kamu nggak perlu takut datang telat ke kantor"
protes mommy dengan muka cemberut.. hmmpt memang mom dan dad sangat kompak yah, sama-sama protes karena aku kerja di perusahaan lain.
"Mom, yah nggak bisa gitu juga dong, kalaupun Nayla kerja di kantor kakak atau di kantor kita ya tetap dong harus disiplin kan nantinya jadi nggak enak sama yang lain, nanti ada yang bilang 'mentang-mentang nih yah anak pemilik LeeZan Corp seenaknya datang telat... Dan lagian mom tau sendiri nay itu bukannya nggak mau kerja di kantor kita hanya saja keahlian nay berbeda mom"
"iya iya,, mom ngerti, yah sudah sana berangkat tadi katanya buru-buru, tapi habisin dulu susunya baru boleh berangkat"
"ok"