Pyramida, Giza

463 Words
             Aida dan Yudi kini berada di Kompleks Pyramida, Giza. Decak kagum tak henti terdengar dari bibir Aida. Betapa tidak, saat ini ia tengah berada di tempat yang paling bersejarah di Mesir dan merupakan Salah satu Tujuh Keajaiban Dunia. Di sanalah tersimpan berjuta artefak peninggalan kebudayaan  kerajaan Mesir kuno yang usianya mencapai ribuan tahun, bahkan yang penah Aida baca, usia Pyramida ini mancapai 4.700 tahun. Di dalam nya masih terdapat beberapa makam yang masih berisi beberapa Mummy raja Mesir, walaupun beberapa mummy sudah dipindahkan ke Museum Nasional Mesir yang tadi dikunjunginya bersama Yudi.                 Mereka mengikuti kerumunan para turis yang datang. Terdapat 3 Pyramida Utama yang berdiri. Walaupun situs ini sudah mulai tidak utuh dibeberapa bagiannya, tapi tetap saja aura sejarah kebudayaan yang kental tetap terasa. Tak heran masih banyak ilmuwan sejarah dan arkeolog-arkeolog dunia yang masih tertarik melakukan penelitian terhadap situs ini, demi mengungkap misteri peninggalan sejarah kerajaan Mesir.                 Aida tak ingin menyiakan kesempatan berkunjung ke tempat ini, ia langsung menerima tawaran Yudi untuk masuk ke dalam salah satu bangunan Pyramida. Setiba nya di dalam bangunan Aida masih dibuat terkagum-kagum akan keunikan Pyramida. Ruangan yang tampak berupa gua itu berbentuk lorong-lorong yang tersusun sedemikian rupa. Di beberapa bagian dinding-dinding nya terdapat prasasti kuno peninggalan kerajaan Mesir. Di beberapa sudut tampak terpasang garis peringatan, karena bagiannya yang rusak. Tampak pula beberapa orang sedang melakukan perbaikan-perbaikan situs itu. Tapi, tak sedikit pula bagian-bagian yang masih terpelihara dengan baik, terlihat dari kekokohannya.                 Lorong-lorong dalam bangunan itu menuntun para pengunjung nya menuju ruang-ruang terbuka. Beberapa di antara nya masih terdapat peti-peti mumi yang diduga makam istri raja. Dari piramida kecil ini, Yudi lalu mengajak Aida untuk masuk ke dalam Piramida Agung Giza, piramida terbesar dari bangunan piramida yang lain. Dipercaya bahwa piramida terbesar ini dibangun sebagai makam Firaun dinasti keempat , yang bernama Khufu, hingga disebut juga Piramida Khufu. Lalu mereka pun mengunjungi Sphynx. Sebuah situs yang berupa patung yang dilansir dibuat dari satu batu utuh . patung besar ini berbentuk kepala manusia dan berbadan singa. Patung ini juga merupakan salah satu situs kebudayaan modern pada masanya dan juga merupakan kawasan wisata yang ramai diminati. Aida tak melewat kan kesempatan untuk mengambil gambar dirinya dan kakaknya. Dengan latar belakang foto Patung Sphinx maupun Kompleks Piramida. Tanpa terasa, waktu mulai beranjak sore, waktu ashar pun sepertinya sudah lewat. Untunglah Yudi sudah mengantisipasi Menjama’kan sholatnya tadi di salah satu masjid yang ada Di Tahreer Square, begitupun Aida. Setelah puas menikmati dan berkeliling di kawasan Piramida Giza, Yudi pun segera mengajak Aida untuk kembali ke flat mereka, supaya saat tiba di flat tidak terlalu malam dan masih bisa mengejar sholat Maghrib. Yudi memilih naik taksi dari Giza menuju stasiun kereta Ramses, lalu turun di stasiun Helwan dan kembali ke flat dengan taksi. Perjalanan yang cukup panjang, tapi menyenangkan bagi Aida.   
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD