September 2010
Istanbul University, Istanbul , Turkey
“ Sekali lagi terima kasih banyak kepada seluruh unsur Akademika yang telah banyak berperan penting selama proses saya dan teman-teman belajar disini. Kami bangga pernah menjadi bagian penting dari Universitas Istanbul. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Pungkas Abdullah. Ia menyampaikan pidato penghormatan nya mewakili seluruh mahasiswa. Abdullah Breck lulusan Terbaik dengan IPK 4.0 dari Fakultas Manajemen. Riuh tepuk tangan memenuhi seluruh ruang Aula utama Univeristas Istanbul. Kini, di sinilah mereka, siap untuk memasuki dunia yang baru. Dunia sesungguhnya, perjuangan hidup yang sesungguhnya.
Prosesi wisuda para mahasiswa tingkat akhir sudah selesai. Kini para alumni yang semua nya mengenakan kostum toga itu sedang berpose bersama, tak ketinggalan Abdullah Breck, Hossam Yazeed, Said Ibrahim, Zayeed dan Kareem. Mereka berbaris berurutan, saling merangkul, seperti takkan terpisahkan. Selama 4 tahun persahabatan mereka terjalin kuat, membentuk ikatan batin yang dalam.
Setelah berpose dengan segenap akademisi, mereka lalu secara bergantian berfoto bersama masing-masing keluarga. Ada banyak Photo Stage yang disediakan oleh pihak kampus, jadi para keluarga alumni tak perlu panjang dan lama mengantri untuk sesi foto wisudawan, termasuk mengantri di studio photo, semua sudah disediakan pihak kampus di sini. Termasuk Di sudut lapangan di stage paling ujung Abdullah Breck, Yusuf Maulana serta kedua orang tua mereka Danu Dan Yuna. Sumringah yang tak pernha hilang dari sudut bibir keluarga itu sungguh menggambarkan kebahagiaan dan juga kebanggaan. Apalagi Abdullah lulus dengan Predikat Semi Cumlaude dengan IPK hampir sempurna.
Keluarga itu saling berangkulan. “ Mama dan papa sangat bangga sama Kamu Breck. Kami merasa tidak sia-sia membesarkan kamu selama ini.” Ucap Yuna haru, matanya berkaca-kaca hampir menumpahkan tangisnya. “ Papa juga Breck, kamu adalah anugerah yang paling berharga yang pernah papa terima dari Allah. Papa harap, setelah ini kamu bisa langsung belajar dari abang kamu. Papa yakin ilmu manajemen kamu sangat beguna bagi kelangsungan bisnis keluarga kita. Apalagi separuh dari saham perusahaan adalah milik kamu. “ sambung Danu.
“ Pa, ma, ini semua ga lepas dari Doa mama sama papa. Breck senang bisa membuat mama, papa dan abang bangga. Untuk masalah bisnis, insyaallah Breck siap menunaikan kewajiban Breck. Tapi.....” Breck menggantung ucapannya. Diliriknya Yusuf yang tampak memasang wajah kesalnya dan seperti ingin menghardik adiknya itu. “ Seperti yang abang janjikan waktu di awal Aku kuliah, kalo aku Lulus dengan predikat Terbaik, bang Yusuf mau mengirimku liburan ke tempat yang aku inginkan. “ kata Abdullah sambil melirik Yusuf yang terperangah, tak disangkanya Abdullah masih saja ingat janjinya saat hari pertama Abdullah kuliah, ketika makan siang hari itu.
Flash Back : On
“ Breck, abang mau kamu ga main-main dengan kuliahmu. Papa berpesan, satu perusahaan yang di Jakarta harus kamu sendiri yang handle. Papa hanya menerima amanah Breck. Perusahaan itu milik kamu. “ Ucap Yusuf setelah Seporsi Nasi Briyani lengkap dengan Ayam bakar khas masakan Pakistan itu kandas berpindah ke rongga perutnya. Sesekali Yusuf menyeruput pelan teh hangat yang menutup menu makan siangnya. Abdullah melirik sosok pria tampan yang wajahnya sudah seperti Orang Turki asli itu dengan cengiran miring di sudut bibirnya. Ada pikiran nakal yang bergelayut di otaknya.
“ Hehehe.... Bang, abang tahu kan Abdullah Breck gimana? Aku ga pernah main-main dalam setiap urusan. Tergantung bang Yusuf nih, kalo aku bisa lulus dengan Predikat terbaik, dan aku siap untuk terjun ke dalam urusan perusahaan, Aku ada satu permintaan ke abang. Anggap aja hadiah kelulusanku dari abang.”ujar Abdullah.
“ Dasar licik, sifat kamu dari dulu ga berubah. Oke. Dengan catatan IPK kamu harus sempurna, no cacat, lulus Terbaik. Sebutin kamu mau apa.” Balas Yusuf.
“ Liburan. Aku mau liburan ke luar negeri. Selama kuliah, liburan akan aku habiskan di rumah di Ankara, Istanbul dan beberapa tempat di Turki saja. Tapi, hadiah kelulusan ku , aku mau berlibur ke luar negeri.” Jawab Abdullah sembari tersenyum.
“ Oke, bilang aja kamu mau kemana.” Sahut Yusuf lagi.
“ Tujuannya akan aku sebutin setelah wisuda ku. Abang perlu bersiap aja . He he...”
“ Oke. Deal!” ujar Yusuf tersenyum, diikuti Abdullah yang sumringah lebar, mengeluarkan aura tampannya.
Flashback : Off.
Abdullah menatap Gerbang Istanbul University. “ Bridge of The Science from History to The Future.” Ada makna yang dalam dari kalimat itu. Seperti dirinya yang memaknai perjalanannya selama ini. Sudah begitu banyak yang di hampir sepuluh tahun terakhir hidupnya. Kini kampus yang berdiri gagah dengan arsitektur khas nya itu akan menjadi catatan dan bagian sejarah hidupnya. Entah kapan lagi ia akan menginjakkan kakinya di sini.
“ Breck!!!” ada suara dari ujung sana. Abdullah menoleh, mencari ke sumber suara. “ Hi guys!” Abdullah melambaikan tangan kepada 4 pemuda yang sudah sedari tadi mencari nya.
“ Hei, kita harus merayakan kelulusan malam ini....” Ucap Hossam bersemangat.
“ Ya, aku setuju....” Sahut Zayeed dan Said berbarengan.
“ Keluarga ku sudah menyiapkan tempat untuk kita berkumpul malam ini. Seluruh anggota keluarga kalian diundang semua.” Sambung Kareem berbarengan. Ada alasan kenapa keluarga Kareem mengadakan pesta kecil perayaan kelulusan mereka, itu karena Kareem adalah warga lokal Istanbul. Ia sudah merasa seperti tuan rumah di antara sahabat-sahabat asing nya.
“ Oke!!” mereka kemudian tertawa riang.