Bab 03

1093 Words
London Di rumah Bayu, Masih di kamar Rafi.. "Seperti apa fi ?", tanya Angga. "Seperti suaranya tetah, eh benar tidak sih mas ?", tanya Rafi juga. "Iya sih, eh tapi mana mungkin itu suaranya tetah, tetah kan di semarang, Indonesia, kuliah, em jangan-jangan kamu kangen sama tetah ya ?", tanya Angga lagi. "Hehe iya kangen mas, kangen buatan s**u coklat hangatnya tetah, kapan ya tetah ke rumah lagi ?", tanya Rafi juga. "Tidak tau, ya kita berdo'a saja semoga tetah kalau liburan disini", jawab Angga. "Amiin..", sorak Rafi dan Angga. Masih di depan kamar Rafi.. "Kok tidak ada jawaban ya dari Rafi atau Angga, coba lagi deh.., Angga, Rafi..", kata Titah heran. Di kamar Rafi lagi.. "Iya bun..", sambung Rafi dan Angga. Masih di depan kamar Rafi.. "Ha.., bunda, maksudnya saya itu mbak Fira gitu, oh oke, Angga bisa keluar sebentar", kata Titah. Di kamar Rafi lagi.. "Tuh mas disuruh keluar sama bunda", kata Rafi. "Iya fi, iya", sambung Angga. Di depan kamar Rafi lagi.. "Iya ada apa bun ?", tanya Angga yang keluar dari kamar Rafi. "Surprise..", kata Titah yang memberikan kejutan untuk Angga di depan kamar Rafi. "Ha.., tetah..", kata Angga yang terkejut melihat Titah ada di depan kamar Rafi. "Ssttss.., Shut up, don't be noisy, aunt wants to surprise Rafi, so you please help auntie huh..", kata Titah yang menghentikan teriakan dari Angga. "Okay angga help aunt, then what should I do now aunt ?", tanya Angga. "Can you bring this, can you hide in the back of you, Angga ?", tanya Titah juga. "Oh of course you can aunt, here the tray, aunt", jawab Angga. "Okay this is the tray, oh yeah aunt forgotten in the third count you enter the Rafi room huh", kata Titah. "Okay aunt", sambung Angga. Di kamar Rafi lagi.. "Mas Angga kemana sih, kok lama sekali ya, mas, mas Angga", kata Rafi yang menunggu Angga di kamarnya. Di depan kamar Rafi lagi.. "Okay we start now, one, two, three", Titah menghitung dengan berbisik pada Angga. "Okay aunt, let's enter", kata Angga yang berbisik juga. Di kamar Rafi lagi.. "Surprise..", sorak Titah yang memberikan kejutan pada Rafi. "Em mas Angga bawa s**u dan lumpia semarang ini pasti kiriman dari tetah kan, dan saking halunya saya, tetah berasa ada disini loh", keluh Rafi yang rindu pada Titah. "Eh Rafi ini memang beneran tetah, kamu tidak halu tau", kata Angga. "Is it true ?", tanya Rafi. "Yes right, this is a real aunt instead of sending a package from Semarang Lumpia aunt and our favorite brown milk", jawab Angga. "Really, try it once again", kata Rafi. "Rafi's surprise and now open your mouth Aunt Want to feed Mu Lumpia Semarang, let's open her mouth handsome", kata Titah yang ingin menyuapi Rafi. "Okay, this brother really aunt, my aunt misses you", kata Rafi yang mulai sadar dan terkejut dengan kehadiran Titah di kamarnya. "I also miss you two handsome children", kata Titah yang memeluk Rafi dan juga Angga. Di depan rumah Bayu.. ** Percakapan Bayu dan Afgan lewat telepon. "Ya sudah kamu ke rumah mas Bayu saja sekarang", kata Bayu. "Oke mas Bayu, Afgan otw ya sekarang", sambung Afgan. "Oke Afgan, mas Bayu tunggu di rumah ya", kata Bayu lagi. "Iya mas Bayu", sambung Afgan lagi. "Assalamu'alaikum", Bayu memberikan salam pada Afgan. "Wa'alaikumussalam mas Bayu", Afgan menjawab salam dari Bayu. Masih di ruang tengah.. "Ini lumpia semarang buatan Titah enak sekali ya opa Jarwo ?", tanya Fira. "Iya Fir, enaknya membuat opa Jarwo kangen, kalau Titah tidak ada di jakarta, hehe", jawab opa Jarwo. "Wih enak nih lumpia semarang kelihatannya, masih ada lagi tidak yang belum di goreng yank ?", tanya Bayu. "Masih ada Bayu di belakang, Titah bawa banyak, dan lumpia semarang ini buatan Titah sendiri", jawab opa Jarwo. "Oh ya, boleh gorengin lagi tidak yank, Afgan mau ke rumah soalnya ?", tanya Bayu lagi. "Bisa dong, sebentar ya mas", jawab Fira. "Oke..", seru Bayu. "Kamu kemana Fira ?", tanya opa Jarwo. "Ke dapur opa, goreng lumpia semarang lagi", jawab Fira lagi. "Oh begitu, opa titip di buatkan kopi hitam ya, manisnya sedang", kata opa Jarwo yang minta dibuatkan kopi pada Fira. "Oke opa Jarwo", kata Fira yang akan pergi ke dapur. Di kamar Rafi lagi.. "Nah ini yang terakhir, aaa..", kata Titah yang menyuapi Rafi dan Angga. "Am..", kata Rafi dan Angga yang disuapi lumpia semarang oleh Titah. "Mantul tetah", kata Rafi lagi. "Mantap betul, hehe", sambung Angga. "Kalian tau tidak, ini lumpia semarang nya tetah tidak beli loh..", kata Titah. "Is it true that aunt doesn't buy it ?", tanya Rafi. "If aunt doesn't buy it auntie make it ?", tanya Angga juga. "Yes, aunt made him himself yesterday, before Aunt and Grandpa here, to London means", jawab Titah. "It feels really delicious aunt", kata Angga yang memuji masakan Titah. "Alhamdulillah, if you both like aunt, aunt is very happy", sambung Titah. "Oh yeah aunt, this aunt brings spring rolls, a lot right ?", tanya Rafi lagi. "Yes of course a lot, aunt brings one box hehe, and one other box aunt brought the meatballs filled with cheese, chicken sausage, and your favorite cows both", jawab Titah lagi. "Seriously aunt ?", tanya Angga lagi. "Yes aunt seriously", jawab Titah lagi. "Then the aunt can be my favorite, both of us, we have missed auntie cuisine, please, please, huh, huh", kata Angga yang memohon untuk dibuatkan sesuatu. "Okay, all of you want to improve what?, Ah Tante Tau, how is my aunt who is usually, eh, but the ingredients are there or not in the kitchen ?", tanya Titah. "We buy on the market..", jawab Rafi dan Angga dengan kompak. "Okay, let's buy the ingredients on the market now", kata Titah. "Come on..", sorak Rafi dan Angga yang sangat bersemangat dan senang, karena Titah ingin memasak untuk Rafi dan Angga, Titah juga mengajak Rafi dan Angga untuk ke pasar membeli bahan yang dibutuhkan. Di depan rumah Bayu lagi.. [Afgan membunyikan klakson mobilnya] Di garasi mobil rumah Bayu.. "Itu siapa ngga, fi ?", tanya Titah yang melihat mobil Afgan. "Tidak tau, sepertinya itu..", jawab Rafi. "Uncle Afgan", jawab Angga juga. "Oh..", seru Titah. "Assalamu'alaikum", Afgan memberikan salam pada Rafi, Angga, dan Titah. "Wa'alaikumussalam", Titah, Rafi, dan Angga menjawab salam dari Afgan. "Tuh kan benar Uncle Afgan", kata Angga. "Angga, Rafi, bapak ada ?", tanya Afgan. "Ada Uncle Afgan, masuk saja ke dalam", jawab Angga. "Okay thank you, excuse me pretty", kata Afgan. "Oke..", sambung Titah. "You are welcome, uncle Afgan", kata Angga. "Cepat dong, kok malah ngobrol sih", keluh Rafi yang menunggu Titah dan Anggi di mobil.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD