bc

TAWANAN SANG MAFIA PSIKOPAT

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
revenge
dark
forced
opposites attract
arranged marriage
badboy
mafia
drama
kicking
mystery
city
like
intro-logo
Blurb

Dea Di jual oleh Kakak kandungnya sendiri.

Bukan untuk dinikahi, Tapi untuk di jadikan jaminan hutang,.

Dalam semalam hidupnya hancur. Dia di seret ke rumah seorang pria yang di juluki Raja Mafia,

Nathan Adiputra

Mafia psikopat, Dingin, Kejam, Dan gila, dalam hal Apapun,

"Ingat Kamu bukan Tamu, Kamu tawanan Milikku"

Awalnya Dea Berniat kabur,

Tapi kenapa sentuhan kasar itu membuat jantungnya berantakan,

Dan kenapa sang Raja Mafia mulai melanggar aturan demi melindunginya?

Dari Korban... Menjadi Candu

Dari Benci... Menjadi cinta yang mematikan.

chap-preview
Free preview
JAMINAN HUTANG
Bau besi berkarat dan jamur menusuk sampai ke paru-paruku. Kelopak mataku berat. Perih. Saat kupaksa buka, yg kutemui cuma lampu neon kuning yg berkedip di langit-langit rendah. Dingin Dan Lembab Pergelangan tanganku terasa sangat sakit, Karena di rantai di tiang besi, Sementara kedua kaki ku di pasung, Aku melihat ke sekeliling, Pemandangan yang membuatku bergidik ngeri, Dinding semen yang sudah kusam. Tanpa jendela. Satu-satunya jalan keluar Adalah pintu besi yg catnya sudah mengelupas. Ingatan terakhirku berantakan, Hujan. Pulang kampus. Van hitam. Lampu tinggi menyilaukan. Lalu gelap. Tuk. Suara Langkah kaki yang sangat pelan tapi dengan suara yang menyeramkan, Pikiran ku kemana-mana, Ku lihat dari kegelapan muncul sebuah siluet, Dngan setelan jas hitam rapi. Kemeja hitam tanpa dasi. Jam tangan yg harganya bisa buat bayar UKT ku 10 tahun. Wajahnya tertutup bayangan... kecuali matanya. Hitam. Kosong. Dingin seperti kuburan. Dia berhenti tepat di depanku. Ia menatapku dengan tajam, Matanya bagaikan mata Elang yang siap menerkam mangsanya, Bau tembakau mahal bercampur hujan langsung menyerbu hidungku. Membuatku mual. Cklek. Dia menarik kursi kayu. Duduk. Menatapku dari atas sampai bawah seperti sedang menilai harga kambing di pasar. "Selamat pagi,Nona, Selamat datang di Nerak ini, Suaranya rendah. Serak. Tiap suku kata menekan gendang telingaku. Saya Nathan Adiputra, Jantungku berhenti. Nathan Adiputra? Nama itu selalu muncul di televisi, Dan kadang jadi topik pembicaraan oleh teman-teman ku, Pria kaya yang tampan, Dengan sikapnya yang dingin, Dan sangat jarang tersenyum, Tapi sisi buruknya, Ia Adalah seorang Raja Mafia, Yang terkenal sangat kejam, Bahkan 50% dari kekayaan nya itu berasal dari bisnis gelapnya dari seorang Mafia. "K-kamu salah orang," suaraku bergetar. Tenggorokanku kering. "Lepasin aku. Aku cuma mahasiswi." Jelas Dea Nathan tidak berkedip. Dia mengeluarkan ponsel dari saku jasnya. Layarnya dinyalakan. Disodorkan ke wajahku. Di video Itu : Kak Bram? Wajahnya hancur. Lebam. Darah di pelipis. Dia berlutut di lantai yg sama persis denganku sekarang. Di belakangnya 2 orang bertopeng pegang senjata. "Nathan! Gue mohon! Kasih gue waktu! 300 milyar itu gue pasti balikin!" teriak Bram Lalu suara Nathan, datar dari balik kamera: "Waktu mu sudah habis 3 hari lalu Bram." Brak. Layar hitam. Dunia ku ikut gelap. "Kak Bram..?" Air mataku jatuh tanpa izin. "Kamu…Kamu lenyapkan Kak Bram” Teriak Dea "Sayangnya tidak," Deo menyandarkan punggung. Santai. "Dia kabur. Bawa lari uang 300 Milyar milik ku, Itu membuatku sangat rugi banyak, Banyak investor yang mencaci maki ku, Karena Proyek yang ku jalankan mangkrak di Tengah jalan. “ Lalu… Hubungan nya dengan Aku apa?, Kenapa Kamu menculik Aku?, Kamu pikir Aku punya Uang sebanyak itu?, Bahkan Uang kuliah saja Aku sudah lama menunggak” Teriak Dea “ Dan Aku sudah tidak pernah bertemu dengannya, Semenjak kedua orang Tua ku meninggal” PLAK! Tamparan itu datang cepat. Pipiku panas. Kepalaku miring. Rasa darah menggenang di ujung lidah. "Jangan berteriak padaku," bisik Nathan. Dia mencubit daguku, memaksa aku menatapnya. Jempolnya mengusap bekas tamparannya sendiri. Kasar. "Darah itu bicara. Kamu adik kandungnya. Satu-satunya keluarga yg dia tinggalkan." Ucap Nathan "Aku sumpah tidak tau--" Jawab Dea dengan gemetar "DIAM." Potongannya membuatku membeku. Nathan berdiri. Berjalan ke meja di sudut. Mengambil map cokelat. Melemparkannya ke pangkuanku. Di sampulnya tertulis tebal: `SURAT PERJANJIAN JAMINAN` "Isinya sederhana," katanya. " Kakak mu hutang 300 Miliar. Karena dia kabur, hutangnya pindah ke kamu." "APA?! Itu tidak adil!" Teriak Dea "Hidup memang tidak adil, Dea." Dia menyebut namaku. Membuat bulu kudukku berdiri. "Kamu punya 2 pilihan." Lanjut Nathan Dia mengangkat 2 jari. "Satu. Tanda tangan kertas itu. Kamu akan tinggal di rumahku. Jadi jaminan. Lakukan semua yg aku perintahkan sampai 300 Miliar lunas." Ucapnya Pelan tapi tegas "Dan dua?" Tanya Dea Nathan tersenyum. Senyum pertama. Dan itu lebih mengerikan dari teriakannya. "Dua. Kamu tetap di sini. Tanpa makan. Tanpa minum. Sampai kami menemukan Bram Atau sampai kamu mati." Jelasnya dengan senyuman kematian Aku menggeleng. "Aku mahasiswa! Aku tidak punya uang!" Teriak Dea "Aku tidak butuh uangmu. Aku butuh kamu." Ucap Nathan Dia berjongkok. Setara dengan mataku. Napasnya panas di wajahku. "Kamu akan jadi pelayan. Jadi target kemarahanku. Jadi... mainanku. Sampai aku bosan. Atau sampai hutangnya lunas. Mana yg lebih dulu." Jelas Deo Tanganku gemetar saat dia menyelipkan pulpen ke sela jariku yg terikat. "Tanda tangan." Bentak Nathan "Tidak! Ini ilegal! Aku bisa lapor polisi!" Teriak Dea BRAK! Nathan menendang Kayu pasungan Kaki ku, Rasanya sangat sakit sekali "Lapor," katanya lembut. Terlalu lembut. "Sebut namaku. Sebut 300 Miliar. Sebut Bram . Kita lihat siapa yg sampai duluan. Polisi... atau orang-orang yg Raka hutangi nyawa." Ucap Nathan menyeramkan Darahku dingin. Bram bukan cuma hutang ke Nathan. Dia penipu. Dia punya hutang ke banyak orang. Aku tidak punya jalan keluar. Dengan air mata yg membutakan, aku menandatangani namaku. `Dea Putri` Nathan mengambil kertas itu. Menciumnya pelan. Seperti mencium kemenangan. "Bagus. Anak pintar." Ucap nya Puas Dia berjalan ke pintu. Berhenti. Menoleh. "Oh ya. Satu lagi." Ucapnya Matanya menyipit. Menilai. "Mulai sekarang lupakan namamu. Di rumah ini kamu bukan Dea Kamu Tawanan 01." "Tuan." Dia menekan kata itu. "Panggil aku Tuan. Aturan pertama: jangan pernah menatap mataku tanpa izinku. Aturan kedua: jangan pernah berpikir untuk kabur." Jelas Nathan dengan suara dingin nya KLEK. Pintu dibanting dan dikunci dari luar. Aku sendirian. Dalam gelap. Dengan gelar baru: Jaminan. Di luar, Nathan menyalakan korek. Api kecil menerangi wajahnya yg tanpa ekspresi. "300 Miliar," gumamnya pada anak buahnya. "Tapi aku rasa... adiknya lebih menarik." Ucapnya Dia tidak butuh uang. Dia butuh hiburan. Dan aku... terlihat seperti mainan yg pas untuk dia hancurkan pelan-pelan. "Tuan Nathan, mau diapakan dia?" Ucap Salah satu bodyguardnya Nathan menghembuskan asap. "Latih. Hancurkan. Sampai dia memohon agar aku menyentuhnya." Ucap Deo penuh rencana “ Lalu apakah Dia akan tetap disini?, Atau Ikut Pulang dengan Anda?” Tanya Bodyguardnya Lagi “ Bawa Dia pulang Bersama ku” Ucap Deo “ Baik Tuan” Jawab Bodyguardnya Bram…Karena hutangmu yang tidak seberapa itu, Kamu menyerahkan Adikmu yang sangat manis ini kepadaku?, Lihat saja Bram, Akan aku jadikan Dia tawanan yang akan mengikuti segala perintah ku, Akan ku jadikan Ia Tawanan seumur hidupnya, Kamu membuatku Malu, Bahkan membuatku terpaksa untuk menghabisi beberapa orang, Lihat saja Bram, Adikmu, Akan menjadi tawanan seumur hidupnya….” #Mafia #kejam #Sikopat

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Unscentable

read
2.0M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
810.5K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
2.0M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
1.0M
bc

A Warrior's Second Chance

read
377.0K
bc

Not just, the Beta

read
359.2K
bc

The Broken Wolf

read
1.2M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook