Part 41

1115 Words

Cklek! Camila terbangun saat mendengar suara pintu kamarnya terbuka. Padahal ia sudah menguncinya, tapi melihat Bara berdiri di ambang pintu... membuat hati wanita itu jadi was-was. "Ma-mau apa kamu?" tanyanya dengan waspada. Bara tersenyum kecil. Senyum yang dulu begitu menghangatkan dan menenangkan, kini tampak begitu menyeramkan. Membuat hatinya mendadak tak tenang. "Aku nggak boleh masuk ke kamar istriku sendiri?" Camila memalingkan wajahnya, tak mau termakan rayuan pria b******k itu lagi. "Kamu masih menganggapku istri setelah berhari-hari tidur dengan mantanmu itu?" Bara berjalan mendekat, membuat Camila semakin siaga. "Kenapa? Aku hanya ingin kasih kamu hadiah." "Jangan macam-macam, Mas!" Camila mulai ketakutan saat melihat sorot mata Bara yang kian menyeramkan itu.  "Kamu ngg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD