Part 42

1108 Words

Hampir semalaman Bara menunggu di luar ruang UGD dengan perasaan cemas. Pikirannya jadi kacau, merasa kalut jika sesuatu terjadi pada Camila nanti. Pasti ia yang akan dicurigai apalagi istrinya itu berniat untuk bunuh diri. Jelas alasan Camila melakukan hal tak wajar itu pasti akan dipertanyakan, bisa saja semua kebusukannya ketahuan. Ia tidak mau jika nanti sampai dipenjara karena semua kejahatan yang telah ia lakukan pada istrinya. Seorang pria berjas putih keluar dari ruang UGD. Bara segera menghampirinya untuk menanyakan kondisi Camila saat ini.  Semoga tidak terjadi apa-apa. Setidaknya jangan saat bersamanya.  "Bagaimana keadaan istri saya, dok?" tanya Bara dengan raut wajah cemas. Seolah ia benar-benar mencemaskan keadaan istrinya di dalam sana.  Pria yang tak lain adalah dokter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD