Chapter 10

1031 Words
"Kenapa keluarga rendahan sepertimu bisa di undang oleh kaisar?" Celetuk Alyca iri. Queen memutar bola matanya malas, ngiri nih pasti. Batinnya. "Kenapa? Apa kau ingin pergi ke pesta itu?" Tanya Queen. Alyca mengagguk antusias, "Tentu siapa yang tak mau pergi kesana, apalagi ini acara khusus untuk Pangeran Mike kan? Ah rasanya aku ingin pria seperti dia menjadi milikku, dan ah ato mungkin bila dia melihat diriku dan terpesona akan kecantikan ku, bisa saja dia akan jatuh kepelukan ku," Ujar Alyca panjang lebar sembari memeluk surat itu, dengan mata terpejam. Kebanyakan ngehalu, ingin sekali Queen melontarkan perkataan itu, tetapi ini hanyalah akan menjadi andai-andai saja. "Yasudah jika kau ingin pergi kesana pergi saja," Ujar Queen yang memilih untuk kembali meneruskan jalannya. Maid yang tadi menyerahkan surat itu telah pergi mengurus pekerjaan yang lain, menyisakan Alyca yang kebingungan dan akhirnya berlari menyusul Queen. "Tetapi yang bisa masuk kesana hanya orang-orang yang di undang saja," Lirih Alyca disela-sela jalannya. "Ah bila aku masih berada di rumah mungkin aku juga akan mendapat surat yang sama seperti mu, tapi tak mungkin sejelek ini, yang pasti yang dikirim ke rumahku adalah surat yang di tulisan langsung oleh pangeran tampan itu." Celoteh Alyca menyombongkan dirinya. Queen memutar bola matanya malas, sungguh dirinya tak bertanya dan ingin tau, tapi lihat orang ini, aish sudahlah lupakan. Skip Kini kedua gadis itu berjalan ke arah kursi panjang yang ada di area taman, dengan nampan berisi makanan yang masing-masing mereka bawa. Queen dia terlebih dahulu duduk di kursi panjang itu, dengan Alyca yang mengekorinya duduk di depan. Tak henti-henti Alyca berceloteh ria tentang Pangeran yang katanya ganteng itu, tapi emang beneran ganteng sih, membuat Queen jengah dan menatap orang di depannya saat ini. "Apa kau sangat ingin menghadiri pesta itu?" Tanya Queen, yang mendapat anggukan antusias oleh Alyca. "Yasudah pergi saja, bawa suratku, kau pasti di izinkan untuk masuk." Ujar Queen. Mata Alyca sontak berbinar-binar bahagia, dirinya tersenyum, "Apa kau serius?" Tanyanya masih tidak percaya. "Apa wajahku terlihat sedang bercanda?" Tanya Queen balik dengan jengah, heran dengan orang di depannya ini. Alyca memekik senang, dirnya tersenyum lebar sembari menyingkirkan nampan yang ada di hadapannya, "Kau benar-benar sangat baik, ah tak sabar aku ingin bertemu dengan Pangeran tampanku itu, lagi tak apa kan bila aku pergi memakai suratmu?" Tanya Alyca memastikan yang di angguki Queen. "Yah aku tau pasti tidak apa-apa, secara aku adalah putri dari kerajaan timur, sedangkan kau hanya bangsawan rendahan, aku heran mengapa kau bisa di undang, dan mengapa kalian bisa menjadi bangsawan." Ejek Alyca. Bangsat, bisakah Queen meneriaki orang di depannya saat ini? Bisa-bisanya dia nanya pertanyaan bodoh yang seharusnya ga harus di tanyain. Udah di baikin di kasi pergi ke pestanya tu cowo pake suratnya dia, tapi malah di hina-hina dia sekarang, kan ke t*i. "Haha, aku tak tau," Balas Queen tertawa garing. Sedangkan Alyca kembali berceloteh ria, yang dimana celotehannya antara memuji dirinya, mengejek dirinya, dan memaki dirinya, itu campur aduk dalam satu omongan. Alyca ga tau aja keluarganya bisa jadi bangsawang gara-gara jalur orang dalam. **** 3hari kemudian. Sudah 3 hari gadis cantik bernama Alyca ini tinggal di rumahnya, kelakuannya emang ga ngedegin, tapi omongannya itu loh.. nyakitin. "Apa kau sama sekali tak memiliki gaun yang lebih bagus? Kenapa semua gaun ini jelek sekali?" Tanya Alyca mendumel kala mencari gaun di lemari Queen. Sedangkan Queen yang dari tadi melihat dari duduknya di ranjang hanya bisa menghela nafas, bukannya sedih di katain bajunya jelek semua, cuman kena mental aja. "Yasudah jika kau tak suka jangan dipakai." Kata Queen pasrah menjatuhkan dirinya untuk tiduran di ranjang. "Apa kau sama sekali tidak memiliki uang untuk membeli gaun yang lebih bagus? Kenapa ini sangat jelek dan terlihat murahan?" Celoteh Alyca yang tak menghiraukan ucapan Queen tadi. Sedangkan Queen? Dirinya hanya bisa memutar bola matanya, gini amat dah bicara ama sultan. Ya hari ini adalah hari pesta itu dimulai, tentu saja Alyca sudah sejak tadi pagi sibuk mengurus dirinya, katanya 'karena aku ingin bertemu dengan calon suami, maka aku harus tampil cantik.' Hilih, iya kalo si Mike mau ama dia, orang Queen ingat sekali jodoh Mike itu bernama Abygail Odely, gadis biasa yang meluluhkan hati seorang pangeran, sungguh kisah yang mengharukan. "Hei apa kau sama sekali tidak menghiraukan ku?" Tanya Alyca tiba-tiba yang membuyarkan lamunan Queen. Queen menoleh ke arah Alyca sembari menyengir, "Memangnya apa yang kau bicarakan?" Tanyanya tanpa dosa. Alyca memutar bola matanya malas, "Lupakan, sekarang pamggilkan maid mu, untuk merias diriku!" Titahnya sekenannya. Yaa bukannya mau mau aja di suruh, tapi emang Queennya mau, langsung saja dirinya berdiri dari duduknya, dan melangkah keluar dari kamarnya, akhirnya ia bebas dari celotehan b*****t itu. Sampai di bawah langsung saja dirinya meminta maid untuk naik ke kamarnya, merias tuan putri gila satu itu, padahal awalnya vibe cewe satu itu cool-cool gimana gitu, sekarang malah jadi gila, mungkin efek kelamaan tinggal sama keluarga gila. Sedangkan dirinya? Engga deh nyakit batin dirinya di rendahkan mulu. Dilihatnya Cesario dan Austin yang sedang duduk di area ruang tengah, langsung saja Queen hampiri dengan wajah kusut. "Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Austin yang petama kali melihat dirinya menghampiri tempat mereka duduk saat ini. Queen mengabaikan, dirinya lebih memilih menjatuhkan bokongnya dan duduk di samping Cesario. "Apa gadis itu bertingkah lagi?" Tanya Austin lagi kepo. Queen menghembuskan nafasnya kesal, dan memilih untuk memejamkan matanya saja selonjoran di sofa panjang. "Dasar gadis anjing! Aku tanya malah tidak dijawab." Dumel Austin mengatai Queen. Kini pandangan Austin beralih menghadap Cesario, "Kau temukan dimana beban keluarga satu itu?" Tanya Austin pada Cesario yang tengah memakan kacang. Cesario menoleh, "Di hutan," Jawabnya singkat yang di balas anggukan oleh Austin. "Pantas tingkahnya seperti monyet." "HAI KALIAN," Teriakan Alyca yang datang menghampiri mereka saat ini. Cepet banget dah dandannya, batin Queen. "Kenapa?" Tanya tiga orang itu serempak tanpa beralih dari kegiatan yang sedang mereka lakukan. Alyca datang dengan berlari kecil menghampiri mereka, dengan gaun indah milik Queen dirinya tersenyum, "Aku pergi sekarang, doakan aku semoga aku bisa di nikahi oleh Pangeran tampan itu," Ujarnya ceria. Mereka bertiga kompak mengangguk dengan masih tak melihat Alyca, tapi apa peduli gadis itu? Nyatanya dia sudah berlari keluar rumah menghampiri kereta yang akan mengantarnya sampai ke tujuan. "Stres," Maki 3 orang sodara itu kala Alyca sudah pergi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD