Chapter 9

1037 Words
Cesario mendorong tubuh gadis yang saat ini berada di pelukkannya kala mendengan teriakan nyaring sodari. Sontak hal itu membuat alyca yang di dorong, tersungkur dengan mengenaskan, "Awh," Rintihnya. Kembali beralih pada Queen, gadis dengan rambut pendek sebahu itu melototkan matanya tak percaya, tetapi setelahnya dengan cepat dirinya menutupi matanya dengan kedua jarinya, "Apa-apaan ini, mataku telah ternodai." Ujarnya mendramatis. Cesario memutar bola matanya malas, "Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Cesario. Queen menoleh, menurunkan tangannya yang semula menutupi wajahnya, "Ini tangga! Tempat untuk orang turun dan berlalu-lalang jika mereka bosan diam di dalam kamar." "Lalu?" "Apa kau bodoh?! Ya sudah pasti aku ada disini karna bosan berada di kamar!" Ujar Queen ngegass. Yeah walau sebenarnya dirinya turun tadi dikarenakan perutnya lapar, tapi mulutnya sudah keduluan melontarkan pernyataan seperti itu, jadi yasudahlah. "Ekhem." Suara dehaman mengalihkan atensi kedua orang itu, kini pandangan mereka tertuju pada seorang gadis yang masih senantiasa tersungkur tak berdaya dibawah lantai, 'apakah mereka berdua tidak ada niat untuk membantuku berdiri?' Pikir gadis yang tersungkur itu heran. "Apa yang kau lakukan disana?" Tanya Queen yang bersuara. "Apa kau tak melihat diriku tersungkur?" Tanya Alyca balik. "Lalu?" "Bantu aku!" Queen mengkerutkan keningnya 'manja banget si jadi cewe, tinggal bangun doang segala minta di bangunin.' Batinnya bersuara. Queen menatap Cesario yang saat ini mengedikkan bahunya menandakan dirinya tak mau ikut campur, malahan pria itu sekarang sudah pergi menjauh dari perkumpulan manusia itu, padahal perdebatannya dengan Queen masih menggantung. "Tinggal bangun saja susah!" Ujar Queen yang tak urung membantu gadis itu bangun. Setelah berdiri, Alyca menepuk-nepuk gaunnya yang jelas-jelas sudah kotor, entah apa yang gadis itu bersihkan. "Kau habis memburu hewan?" Celetuk Queen yang langsung mendapat pelototan tak terima dari Alyca. Alyca membenahkan sedikit rambutnya, "Apa kau tak melihat?" Jedanya sembari menunjukkan badannya, "Aku? Gadis cantik seperti ini kau samakan dengan pemburu? Kau gila?" Queen mencebikkan mulutnya kesal, 'Sombong amat.' "Lalu kenapa banyak sekali memar di tubuhmu?" Tanyanya yang heran dengan kondisi tubuh gadis yang belum ia ketahui namanya ini, ya gimana ga heran? Orang bajunya compang-camping ke gembel, tapi gembel versi elite, trus juga banyak banget bekas lukanya. "Itu pipimu daki!" Tunjuk Queen ke pipi Alyca, yang langsung di tepis oleh gadis itu. "Kau bisa sopan?" Ujar Alyca menggerutu malu, sembari mengusap pipinya. Queen memutar bola matanya malas, "Sudahlah, ayo ikut aku, ku obati lukamu." Ujar Queen yang mulai berjalan meninggalkan Alyca yang masih tidak mengerti situasi disini. Kenapa orang-orang disini nampak gila?! **** "Owh jadi kau kabur dari rumahmu?" Tanya Queen mengulang yang kembali mangut-mangut gajelas. Saat ini mereka sedang berada di kamar Queen, niat awalnya yang tadinya ingin makan, lalu bobo syantik malah tertunda untuk mengobati gadis di depannya ini. Keheningan terjadi diantara mereka berdua, baik Queen, maupun Alyca tidak lagi mengeluarkan suaranya setelah tadi  telah bercerita panjang. Queen? Gadis itu sekarang sedang menatap langit-langit kamarnya, sembari masih mangut-mangut gajelas, pikirannya berkelana namun masih abu-abu apa yang di pikirkan olehnya. "Kau istrinya orang tadi?" Celetukan Alyca memecahkan keheningan yang sempat terjadi di antara mereka berdua. Queen melototkan matanya, "Ha?" Tanyanya masih tak percaya dengan pertanyaan orang di depannya ini. Alyca memiringkan kepalanya dengan menaikkan satu alisnya, membuat Queen mendengus dan memutar bola matanya malas, "Aku ini adiknya! Kenapa kau katakan aku istrinya?! Memang aku sudah setua itu sampai sudah menikah." Celoteh Queen panjang lebar. Tak habis thinking dengan orang di depannya ini, yakali orang stress sama orang gila dibiarin jadi suami istri, yang ada gila semua anggota keluarganya. Alyca menganggukkan kepalanya paham, "Aku pikir kau istrinya, tapi apa yang kau katakan tadi?" Tanya Alyca. "Ha?" Alyca menggelengkan kepalanya, "Lupakan." Ujarnya sembari menghembuskan nafasnya kasar. Queen mengerjabkan matanya, aneh, pikirnya pada orang di depannya saat ini. "Lalu mengapa kau kabur dari rumah?" Ujar Queen mencoba mengalihkan topik. Alyca, gadis yang saat ini sudah mengganti pakaian itu mencebikkan bibirnya kesal, "Ayahku ingin menjodohkan diriku." Ujarnya yang kentara sekali memancarkan raut kesal di wajahnya. Queen menutup mulutnya sok menderamatis, "Lalu kenapa tak kau tolak saja? Mengapa harus kabur dari rumah?" Alyca melirik ke arah Queen sejenak, "Aku tak mau dijodohkan! Pria itu juga tak seberapa, tidak ada apa-apanya sama sekali. Dan ayahku malah ingin menjodohkan aku dengan pria bodoh seperti dia, jika aku tidak kabur sekarang, mungkin saja aku sudah menikah dengan laki-laki itu." Jelas Alyca panjang lebar. Queen meneguk ludahnya malas, 'Mandang harta lu jadi cewe.' Batinnya. "Lalu pria yang ada apanya, yang kau ingin?" Tanya Queen pasrah. Yaa dia maklum sih kalo ni cewe nolak di jodohin gara-gara ga demen, ato mungkin kalo cowonya ga cakep oke lah, lah ini cuman gara-gara harta doang cuy, harta tu bisa di cari, kalo udah pilihan ortu pasti juga itu cowonya baik, kalo kalian beda pendapat, komen aja! Kita mau denger hujatan netijen. Gadis dengan mata biru itu menghembuskan nafasnya, "Yang pasti aku ingin pria yang kaya, banyak harta, dan juga punya kedudukan." 'Lah ni cewe gila anying, nyadar diri napa neng, lu ga secakep itu.' Batin Queen meronta-ronta. "Lagi, aku ingin pria yang tampan, perkasa, dan juga hebat. Jika ciri-cirinya tak memenuhi syarat, aku tak mau dengan pria model apapun itu walau syaratnya hanya satu yang kurang." Lanjut Alyca yang membuat Queen memandang miris dirinya. 'Lu cari aja di empang!' Batin Queen meneriaki orang di depannya saat ini. "Ya, semoga kau temukan pria dengan dengan syarat yang kau tentukan itu ya, aku bantu doa saja," Ujar Queen malas. Alyca mengangguk-angguk semangat, sembari tersenyum riang, mungkin dia lagi ngehalu dapet cowo model yang dia arepin. "Aku ingin turun untuk makan, apa kau lapar?" Tanya Queen yang berdiri dari duduknya. Alyca mengangguk, "Iya perutku sedikit lapar," Jawabnya yang ikut berdiri. "Ya sudah kalo begitu," Ujar Queen yang langsung turun ke bawah di ikuti oleh Alyca yang mengekor di belakangnya. Namun baru saja hendak berjalan ke arah dapur, maid di tempatnya memanggil dirinya. "Nona," Ujar maid perempuan yang membuat Queen dan juga Alyca kompak menoleh bersamaan. "Apa?" Tanya Queen menaikkan alisnya. Maid itu menyodorkan surat kepada Queen, yang langsung di ambil olehnya, saat membukanya, Alyca yang ada di sampingnya juga ikut membaca isi surat yang tertera disana, disana menjelaskan bahwa dirinya di undang ke kastil kaisar untuk memeriahkan pesta yang akan di adakan disana. Alyca merebut surat itu kasar. "Kenapa keluarga rendahan sepertimu bisa di undang oleh kaisar?" Celetuk Alyca iri.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD